{"id":36954,"date":"2025-08-14T12:18:55","date_gmt":"2025-08-14T12:18:55","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=36954"},"modified":"2025-08-14T12:18:55","modified_gmt":"2025-08-14T12:18:55","slug":"pemila-iluni-ui-2025-momen-dr-dewi-tawarkan-persatuan-kepada-para-alumni","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/08\/14\/pemila-iluni-ui-2025-momen-dr-dewi-tawarkan-persatuan-kepada-para-alumni\/","title":{"rendered":"Pemila ILUNI UI 2025, Momen dr. Dewi Tawarkan Persatuan Kepada Para Alumni"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Jelang Pemilihan Langsung (Pemila) Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Periode 2025\u20132028, dr. Dewi Puspitorini mengangkat tema besar \u201cPersatuan dan Inovasi\u201d sebagai fondasi kepemimpinannya. Menurutnya, ILUNI UI bukan hanya wadah administratif kealumnian, tetapi harus menjadi ruang yang mempersatukan seluruh alumni dalam semangat kolaboratif, serta membuka cakrawala inovatif untuk menjawab tantangan zaman.<\/p>\n<p>\u201cILUNI UI perlu menjadi simpul pemersatu alumni dari berbagai latar, serta menjadi akselerator ide dan kontribusi yang berdampak. Kita butuh inovasi, tapi juga butuh solidaritas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>dr. Dewi juga menekankan pentingnya digitalisasi layanan, transparansi organisasi, serta penguatan peran alumni muda sebagai ujung tombak transformasi. Ia juga menyoroti potensi jejaring strategis alumni dalam memperkuat peran keilmuan, sosial, dan kebangsaan.<\/p>\n<p>\u201cSeluruh alumni agar bersama-sama menjadikan ILUNI UI sebagai rumah kolaborasi, bukan sekadar simbol formalitas organisasi,\u201d pinta Dewi.<\/p>\n<p>Pemila ILUNI UI 2025 diharapkan menjadi panggung penegasan nilai-nilai persatuan, inovasi, dan integritas. Melalui kepemimpinan yang berbasis nilai, dr. Dewi hadir menawarkan arah baru yang menyatukan, merelevankan kembali ILUNI UI sebagai kekuatan sosial, akademik, dan kebangsaan yang progresif dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Dengan mengusung semangat persatuan dan inovasi, dr. Dewi menawarkan kepada seluruh alumni visi besar untuk menjadikan ILUNI UI sebagai ruang bersama yang mempersatukan potensi dan mendorong lahirnya terobosan-terobosan baru.<\/p>\n<p>\u201cAlumni agar berkontribusi aktif dalam memperkuat solidaritas lintas generasi, serta menghadirkan ILUNI UI sebagai lokomotif perubahan yang relevan, inklusif, dan berdampak nyata bagi bangsa,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Gagasan ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai kalangan alumni. Visi kepemimpinan yang inklusif dan penuh terobosan dinilai mampu menjawab kerinduan akan organisasi alumni yang aktif, modern, dan bermanfaat nyata. Komitmen untuk menjembatani generasi alumni UI pun dianggap sebagai langkah strategis membangun kekuatan kolektif yang berdaya saing.<\/p>\n<p>Ketua ILUNI FTUI, Didit Ratam, menegaskan pentingnya partisipasi alumni dalam menentukan arah organisasi ke depan. Menurutnya, partisipasi aktif alumni bukan hanya soal memilih, tetapi juga tentang merawat semangat persatuan dan memberi ruang bagi inovasi dalam gerak organisasi ke depan.<\/p>\n<p>\u201cKita tidak sedang memilih sekadar pemimpin, tetapi sedang membangun kultur organisasi yang inklusif dan visioner. Saatnya ILUNI UI menjadi rumah inovasi, tempat alumni bersatu dalam karya,\u201d ucap Didit.<\/p>\n<p>Sementara itu, Sekretaris Jenderal Iluni UI, Ahmad Fitrianto mengatakan bahwa Iluni UI tidak hanya berperan penting bagi alumni dan almamater, tetapi juga bagi masyarakat luas. Melalui sinergi dengan ikatan alumni perguruan tinggi lain yang tergabung dalam Himpuni, Iluni UI diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih besar.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini, Iluni UI tergabung dalam presidium Himpuni. Siapa pun yang terpilih, kami berharap dapat melanjutkan sinergi dengan Himpuni dan pemerintah untuk mendukung kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia,\u201d tuturnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Jelang Pemilihan Langsung (Pemila) Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Periode&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-36954","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36954","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36954"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36954\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36955,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36954\/revisions\/36955"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36954"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36954"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36954"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=36954"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}