{"id":36962,"date":"2025-08-15T06:36:22","date_gmt":"2025-08-15T06:36:22","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=36962"},"modified":"2025-08-15T06:36:23","modified_gmt":"2025-08-15T06:36:23","slug":"prabowo-subianto-perkuat-pertahanan-nasional-peran-indonesia-di-dunia-kian-diperhitungkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/08\/15\/prabowo-subianto-perkuat-pertahanan-nasional-peran-indonesia-di-dunia-kian-diperhitungkan\/","title":{"rendered":"Prabowo Subianto Perkuat Pertahanan Nasional, Peran Indonesia di Dunia Kian Diperhitungkan"},"content":{"rendered":"<p>Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Pertahanan Nasional di Tengah Ancaman  Global &#8211; baliilu.com<br \/>\nJakarta,\u2013 Pengamat militer sekaligus Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE), Anton Aliabbas, menilai Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam pembangunan sektor pertahanan dan keamanan sejak terjun aktif di pemerintahan.<\/p>\n<p>Menurut Anton, Prabowo mulai terlibat secara resmi di sektor pertahanan pada 2019 saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Kemudian, pada 2024, ketika beliau mengemban amanah sebagai Presiden Republik Indonesia, perhatian terhadap sektor strategis ini semakin terlihat jelas.<\/p>\n<p>\u201cSejak menjabat sebagai menteri hingga kini sebagai presiden, perhatian beliau terhadap pertahanan dan keamanan semakin meningkat,\u201d ujar Anton dalam wawanvara dengan salah satu stasiun Radio di Jakarta.<\/p>\n<p>Anton menjelaskan, tugas besar sektor pertahanan tidak hanya menjaga kualitas alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga memperkuat peran aktif Indonesia di forum internasional untuk mendorong penyelesaian konflik global, termasuk di Israel\u2013Palestina dan Rusia\u2013Ukraina.<\/p>\n<p>Semua langkah ini, kata Anton, selaras dengan empat tujuan nasional yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945: melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia.<\/p>\n<p>\u201cMembangun kekuatan pertahanan adalah hal yang tidak dapat dihindari demi menciptakan keamanan negara,\u201d tutur Anton.<\/p>\n<p>Namun, lanjutnya, pembangunan tersebut harus berdampak positif bagi perekonomian, khususnya melalui penguatan industri pertahanan nasional.<\/p>\n<p>\u201cPertahanan yang kokoh bukan hanya menjaga kedaulatan, tapi juga menjadi motor penggerak ekonomi nasional,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Anton menyebut Presiden Prabowo memiliki modalitas yang kuat untuk menjalankan agenda besar ini.<\/p>\n<p>Latar belakang militer yang mumpuni, kepekaan terhadap dinamika geopolitik, dan pengalaman panjang di kancah internasional membuat Presiden Prabowo mampu tampil percaya diri dan diperhitungkan dalam berbagai forum, baik di tingkat regional maupun multilateral.<\/p>\n<p>\u201cHubungan bilateral Indonesia dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Australia juga semakin baik di bawah kepemimpinan beliau. Ini modal penting untuk memperkuat posisi Indonesia di kawasan,\u201d tambah Anton.<\/p>\n<p>Dengan kombinasi visi strategis, diplomasi aktif, dan penguatan industri pertahanan, kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai mampu membawa Indonesia menuju pertahanan yang modern, mandiri, dan berkontribusi besar terhadap perdamaian dunia.[]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Pertahanan Nasional di Tengah Ancaman Global &#8211; baliilu.com Jakarta,\u2013 Pengamat militer&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-36962","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36962","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36962"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36962\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36963,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36962\/revisions\/36963"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36962"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36962"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36962"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=36962"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}