{"id":36973,"date":"2025-08-15T08:22:39","date_gmt":"2025-08-15T08:22:39","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=36973"},"modified":"2025-08-15T08:22:39","modified_gmt":"2025-08-15T08:22:39","slug":"iluni-ui-siap-wujudkan-semangat-persatuan-bersama-dr-dewi-puspitorini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/08\/15\/iluni-ui-siap-wujudkan-semangat-persatuan-bersama-dr-dewi-puspitorini\/","title":{"rendered":"ILUNI UI Siap Wujudkan Semangat Persatuan Bersama dr. Dewi Puspitorini"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Jelang Pemilihan Langsung (Pemila) Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) periode 2025\u20132028, nama dr. Dewi Puspitorini kian mencuri perhatian dengan visi besar bertajuk \u201cPersatuan dan Inovasi\u201d. Gagasan ini mengedepankan ILUNI UI sebagai ruang kolaborasi lintas generasi alumni, sekaligus motor penggerak terobosan yang relevan menjawab tantangan zaman.<\/p>\n<p>\u201cILUNI UI perlu menjadi simpul pemersatu alumni dari berbagai latar, serta menjadi akselerator ide dan kontribusi yang berdampak. Kita butuh inovasi, tapi juga butuh solidaritas,\u201d tegas dr. Dewi. Ia menyoroti pentingnya digitalisasi layanan, transparansi organisasi, dan penguatan peran alumni muda sebagai ujung tombak transformasi.<\/p>\n<p>Dukungan terhadap dr. Dewi datang dari berbagai kalangan, salah satunya Guru Besar FKM UI, Prof. dr. Purnawan Junadi, M.P.H., Ph.D., yang pernah membimbingnya saat kuliah. \u201cMbak Dewi adalah mahasiswa yang cemerlang, aktif memegang berbagai jabatan, dan memiliki dedikasi tinggi untuk mengabdi. Tekad itu kini ia bawa untuk memimpin ILUNI UI demi perkembangan dan kemajuan bersama,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Momentum visi ini semakin mengemuka saat ILUNI UI menggelar Adu Gagasan Calon Ketua Umum di Auditorium FEB UI. Tujuh kandidat, termasuk dr. Dewi, memaparkan ide-ide berbasis transformasi, kolaborasi, dan kemandirian. Ketua Umum ILUNI UI, Didit Ratam, menegaskan bahwa pemilihan kali ini krusial bagi arah organisasi.<\/p>\n<p>\u201cPemimpin yang kita pilih hari ini akan menentukan masa depan ILUNI UI untuk tahun-tahun ke depan. Mari gunakan hak suara dengan bijak demi kemajuan bersama,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sekretaris Jenderal ILUNI UI, Ahmad Fitrianto, menambahkan bahwa forum ini menguji visi dan strategi operasional para calon, termasuk isu strategis seperti transformasi digital, pengembangan ekonomi kreatif alumni, serta peran alumni dalam kebijakan publik dan advokasi.<\/p>\n<p>Ketua Pelaksana, Yunadi Ramlan, mengingatkan bahwa Daftar Pemilih Tetap (DPT) akan ditetapkan 20 Agustus 2025. \u201cSaat ini sudah ada 17.939 akun tervalidasi. Alumni diimbau segera memastikan status verifikasi dan siap melakukan e-vote di aplikasi UI Connect,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Bagi dr. Dewi, Pemila ILUNI UI bukan sekadar ajang memilih ketua umum, tetapi momentum menghidupkan kembali semangat kolektif alumni. \u201cSeluruh alumni agar berkontribusi aktif dalam memperkuat solidaritas lintas generasi, serta menghadirkan ILUNI UI sebagai lokomotif perubahan yang relevan, inklusif, dan berdampak nyata bagi bangsa,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Visi kepemimpinan inklusif ini menuai sambutan positif. Ketua ILUNI FTUI, Didit Ratam, menilai dr. Dewi menawarkan arah baru yang menyatukan. \u201cKita tidak sedang memilih sekadar pemimpin, tetapi membangun kultur organisasi yang inklusif dan visioner. Saatnya ILUNI UI menjadi rumah inovasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ahmad Fitrianto pun berharap siapapun yang terpilih dapat memperkuat sinergi dengan Himpuni dan pemerintah, sehingga ILUNI UI berkontribusi nyata di tingkat nasional.<\/p>\n<p>Pemilihan Ketua Umum ILUNI UI 2025\u20132028 akan digelar 23\u201324 Agustus 2025 melalui sistem e-vote. Dengan dukungan kuat dan visi Persatuan dan Inovasi, dr. Dewi Puspitorini optimistis membawa ILUNI UI menuju babak baru yang lebih solid, modern, dan berdampak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Jelang Pemilihan Langsung (Pemila) Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) periode&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-36973","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36973","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36973"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36973\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36974,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36973\/revisions\/36974"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36973"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36973"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36973"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=36973"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}