{"id":36975,"date":"2025-08-15T08:22:56","date_gmt":"2025-08-15T08:22:56","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=36975"},"modified":"2025-08-15T08:22:57","modified_gmt":"2025-08-15T08:22:57","slug":"kepemimpinan-inklusif-jadi-semangat-dr-dewi-puspitorini-menangkan-pemilu-iluni-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/08\/15\/kepemimpinan-inklusif-jadi-semangat-dr-dewi-puspitorini-menangkan-pemilu-iluni-2025\/","title":{"rendered":"Kepemimpinan Inklusif Jadi Semangat dr. Dewi Puspitorini Menangkan Pemilu ILUNI 2025"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemilihan Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Pemilu ILUNI UI) 2025 menjadi ajang penting bagi para alumni untuk menentukan arah organisasi di masa depan. Salah satu kandidat yang mencuri perhatian adalah dr. Dewi Puspitorini, yang hadir dengan visi kepemimpinan inklusif dan kolaboratif sebagai jawaban atas tantangan zaman.<\/p>\n<p>Mengusung tagline \u201cU&amp;I Guyub, U and I become Us\u201d, dr. Dewi memproyeksikan ILUNI UI sebagai wadah yang guyub, progresif, dan inklusif, dengan kontribusi nyata bagi alumni, almamater, dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.<\/p>\n<p>\u201cILUNI UI harus menjadi rumah besar bagi semua alumni, tempat bertukar gagasan, tumbuh bersama, dan berkontribusi nyata,\u201d ujar dr. Dewi.<\/p>\n<p>Ia memaparkan bahwa visinya akan diwujudkan melalui lima misi strategis, yakni digitalisasi total sistem ILUNI, penguatan jaringan alumni global, pemberdayaan berkelanjutan bagi alumni terutama dalam kesejahteraan dan kesehatan, kontribusi untuk Indonesia yang lebih sehat, serta pemberdayaan perempuan yang dimulai dari lingkungan alumni UI.<\/p>\n<p>\u201cUI telah membentuk pribadi dan karakter saya, dan sekarang saatnya saya memberi kembali. Saya percaya kekuatan alumni UI terletak pada kolaborasi lintas fakultas, lintas generasi, dan lintas profesi,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Dukungan terhadap dr. Dewi mengalir dari berbagai pihak. Ketua Umum ILUNI Fakultas Kedokteran UI, Dr. Wawan Mulyawan, menyebutnya sebagai figur pemersatu yang mampu menjembatani perbedaan.<\/p>\n<p>\u201cBeliau memiliki visi dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan organisasi alumni hari ini,\u201d kata Wawan.<\/p>\n<p>Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang inklusif akan memperkuat kebersamaan, memfasilitasi inovasi, dan memastikan setiap alumni merasa memiliki peran penting dalam organisasi.<\/p>\n<p>Hal senada diungkapkan Sekretaris Jenderal ILUNI UI, Ahmad Fitrianto. Ia menilai gagasan dr. Dewi selaras dengan kebutuhan ILUNI UI untuk memperkuat sinergi, baik internal maupun eksternal. Menurut Ahmad, ILUNI UI perlu meningkatkan kerja sama dengan Himpunan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (HIMPUNI) dan pemerintah dalam mendorong kemandirian pangan, inovasi digital, serta peningkatan kesejahteraan rakyat.<\/p>\n<p>\u201cPemilu ILUNI UI 2025 berlangsung secara demokratis, mencerminkan nilai-nilai keterbukaan dan partisipasi yang sejalan dengan semangat reformasi organisasi alumni,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Pemilu ILUNI UI tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi sehat, tetapi juga ruang memperkuat solidaritas dan kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar UI. Proses demokratis yang berlangsung menjadi bukti komitmen organisasi dalam menumbuhkan budaya partisipasi yang konstruktif.<\/p>\n<p>Dengan kepemimpinan inklusif yang mengedepankan kolaborasi, dr. Dewi diyakini mampu membawa ILUNI UI menjadi motor penggerak kontribusi alumni bagi pembangunan bangsa. Dukungan terhadap program-programnya sejalan dengan agenda pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, menjadikan ILUNI UI bukan hanya wadah kebersamaan, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan nasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemilihan Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Pemilu ILUNI UI) 2025 menjadi ajang penting&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-36975","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36975","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36975"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36975\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36976,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36975\/revisions\/36976"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36975"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36975"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36975"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=36975"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}