{"id":37172,"date":"2025-08-19T09:14:52","date_gmt":"2025-08-19T09:14:52","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=37172"},"modified":"2025-08-19T09:14:53","modified_gmt":"2025-08-19T09:14:53","slug":"larangan-pengibaran-bendera-selain-merah-putih-lindungi-kesucian-momentum-kemerdekaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/08\/19\/larangan-pengibaran-bendera-selain-merah-putih-lindungi-kesucian-momentum-kemerdekaan\/","title":{"rendered":"Larangan Pengibaran Bendera Selain Merah Putih Lindungi Kesucian Momentum Kemerdekaan"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Bulan kemerdekaan menjadi saat bagi bangsa Indonesia meneguhkan kembali persatuan dengan mengibarkan Bendera Merah Putih.<\/p>\n<p>Namun, munculnya narasi pengibaran bendera bajak laut dari manga One Piece pada momentum HUT ke-80 RI menuai perhatian pemerintah karena dianggap berpotensi mengaburkan makna perayaan.<\/p>\n<p>Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Budi Gunawan, menilai narasi tersebut merupakan bentuk provokasi yang dapat merendahkan kehormatan simbol negara.<\/p>\n<p>\u201cSebagai bangsa besar yang menghargai sejarah, sepatutnya kita semua menahan diri untuk tidak memprovokasi dengan simbol-simbol yang tidak relevan dengan perjuangan bangsa,\u201d ujarnya di Jakarta.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, pemerintah menghargai kreativitas masyarakat selama tidak melanggar aturan.<\/p>\n<p>Namun, pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas jika ada kesengajaan menyebarkan narasi tersebut. Budi menekankan, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 secara jelas melarang pengibaran Merah Putih di bawah bendera atau lambang lain.<\/p>\n<p>\u201cKonsekuensi pidana dari tindakan yang mencederai kehormatan Bendera Merah Putih sudah jelas,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Budi berharap masyarakat menghormati jasa pahlawan dengan menjunjung tinggi Merah Putih sebagai identitas bangsa.<\/p>\n<p>Hal yang sama disampaikan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi. Ia menyebut Merah Putih bukan pilihan, melainkan keniscayaan.<\/p>\n<p>\u201cBendera Merah Putih bukan pilihan, dia keniscayaan. Bendera Merah Putih tidak boleh diganti dengan yang lain,\u201d kata Hasan.<\/p>\n<p>Menurut Hasan, masyarakat bebas menyukai atau tidak menyukai pemerintah karena keduanya sah di republik ini.<\/p>\n<p>Namun, ia menekankan perbedaan pandangan itu tidak boleh berimbas pada merendahkan simbol negara.<\/p>\n<p>\u201cMau suka atau tidak suka sama pemerintah, itu hak,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ketua Umum Aliansi Pengemudi Independen (API), Suroso, juga menyerukan agar para sopir mengibarkan Merah Putih di armada dan rumah masing-masing.<\/p>\n<p>\u201cMohon bendera, yang namanya memperingati HUT RI, kita sebagai ketua umum menginstruksikan harus bendera Merah Putih,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Suroso mengingatkan, sopir yang tetap mengibarkan bendera selain Merah Putih harus menanggung risikonya sendiri.<\/p>\n<p>Ia bahkan mendukung pemerintah bila perlu menindak tegas mereka yang tidak patuh.<\/p>\n<p>\u201cBendera nanti teman-teman pengemudi wajib pasang di armada dan rumah, untuk memperingati pahlawan-pahlawan kita,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Seruan dari pemerintah dan masyarakat menegaskan komitmen menjaga kesucian Merah Putih.<\/p>\n<p>Di usia ke-80 tahun kemerdekaan, Bendera Merah Putih harus tetap berkibar sebagai lambang pemersatu bangsa yang tidak tergantikan.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Bulan kemerdekaan menjadi saat bagi bangsa Indonesia meneguhkan kembali persatuan dengan mengibarkan Bendera&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-37172","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37172","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37172"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37172\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37173,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37172\/revisions\/37173"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37172"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37172"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37172"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=37172"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}