{"id":37174,"date":"2025-08-19T09:15:27","date_gmt":"2025-08-19T09:15:27","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=37174"},"modified":"2025-08-19T09:15:28","modified_gmt":"2025-08-19T09:15:28","slug":"bendera-merah-putih-wajib-jadi-simbol-utama-di-hari-kemerdekaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/08\/19\/bendera-merah-putih-wajib-jadi-simbol-utama-di-hari-kemerdekaan\/","title":{"rendered":"Bendera Merah Putih Wajib Jadi Simbol Utama di Hari Kemerdekaan"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Peringatan Hari Kemerdekaan selalu menjadi momen untuk meneguhkan rasa cinta tanah air.<\/p>\n<p>Bendera Merah Putih bukan sekadar kain yang berkibar, melainkan lambang persatuan bangsa.<\/p>\n<p>Namun, pada perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia, muncul fenomena pengibaran bendera Jolly Roger dari manga One Piece yang menuai sorotan publik dan pemerintah.<\/p>\n<p>Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri menegaskan pentingnya menjadikan Merah Putih sebagai simbol utama.<\/p>\n<p>Dirjen Polpum Kemendagri, Bahtiar Baharuddin, mengatakan memimpin negara dalam situasi global yang penuh gejolak tidaklah mudah sehingga masyarakat perlu memperkuat semangat persatuan.<\/p>\n<p>\u201cTidak mudah memimpin negara dalam situasi dunia yang tidak normal, tantangannya besar sekali,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Bahtiar mengingatkan bahwa di usia 80 tahun Indonesia, masyarakat harus fokus menjaga kebangsaan bersama pemerintahan saat ini.<\/p>\n<p>Meski tidak melarang bendera One Piece, Bahtiar menekankan Merah Putih wajib dikibarkan karena itulah pemersatu bangsa.<\/p>\n<p>\u201cSilakan saja, semua warga boleh berekspresi, tapi pengikatnya adalah Bendera Merah Putih,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga menyerukan agar masyarakat mengibarkan Merah Putih secara serentak hingga 31 Agustus 2025.<\/p>\n<p>Ia menyebut Merah Putih harga mati dan simbol identitas bangsa yang harus dijunjung tinggi. \u201cMari hormati bulan kemerdekaan dengan hanya mengibarkan Bendera Merah Putih,\u201d kata Khofifah.<\/p>\n<p>Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai pengibaran bendera Jolly Roger boleh saja dilakukan asalkan Merah Putih tetap berada di posisi tertinggi.<\/p>\n<p>\u201cYang penting siapapun harus tetap memasang Bendera Merah Putih di atas. Semua bendera lain harus di bawahnya,\u201d ujarnya di Bandung.<\/p>\n<p>Dedi menekankan aturan ini sudah jelas dalam undang-undang. Baginya, ekspresi masyarakat sah-sah saja selama tetap berlandaskan pada kecintaan terhadap Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cSetiap orang boleh berekspresi, tapi yang terpenting semua tetap mencintai NKRI dan Benderanya Merah Putih,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Pemerintah pusat maupun daerah sepakat, apapun bentuk ekspresi yang ditunjukkan masyarakat, Merah Putih tidak boleh tergantikan.<\/p>\n<p>Di momentum HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Bendera Merah Putih harus tetap berkibar sebagai simbol utama pemersatu bangsa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Peringatan Hari Kemerdekaan selalu menjadi momen untuk meneguhkan rasa cinta tanah air. Bendera Merah Putih bukan sekadar kain yang berkibar, melainkan lambang persatuan bangsa. Namun, pada perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia, muncul fenomena pengibaran bendera Jolly Roger dari manga One Piece yang menuai sorotan publik dan pemerintah. Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-37174","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37174","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37174"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37174\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37175,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37174\/revisions\/37175"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37174"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37174"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37174"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}