{"id":37632,"date":"2025-08-31T05:47:10","date_gmt":"2025-08-31T05:47:10","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=37632"},"modified":"2025-08-31T05:47:11","modified_gmt":"2025-08-31T05:47:11","slug":"seruan-damai-dari-nu-dan-muhammadiyah-jangan-biarkan-demo-anarkis-rugikan-bangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/08\/31\/seruan-damai-dari-nu-dan-muhammadiyah-jangan-biarkan-demo-anarkis-rugikan-bangsa\/","title":{"rendered":"Seruan Damai dari NU dan Muhammadiyah: Jangan Biarkan Demo Anarkis Rugikan Bangsa"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah menyampaikan seruan damai menyusul memanasnya aksi demo di banyak wilayah di Indonesia.<\/p>\n<p>Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar, menyampaikan agar perbedaan pendapat disalurkan dengan cara damai dan bermartabat. <\/p>\n<p>\u201cJangan sampai aksi menyuarakan aspirasi justru melahirkan korban jiwa dan merugikan bangsa dan negara,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, warga NU di semua tingkatan diminta menjadi peneduh dalam masyarakat. <\/p>\n<p>\u201cMari kita jaga persaudaraan, keamanan, dan ketertiban. PBNU mengajak seluruh warga NU untuk menjadi peneduh di tengah masyarakat,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Seruan damai pun disampaikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, agar demonstrasi tidak berujung ricuh. <\/p>\n<p>Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP)\u00a0Muhammadiyah, Haedar Nashir, meminta semua pihak menahan diri dan menghentikan semua bentuk tindak kekerasan yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.<\/p>\n<p>Semua pihak diminta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara sebagai fondasi dan modal membangun Indonesia sebagai negara yang maju, berdaulat, bermartabat, adil, makmur, dan sejahtera.<\/p>\n<p>&#8220;Mari kita bersama-sama mencari solusi atas problem bangsa dengan dialog dan musyawarah disertai sikap keseksamaan yang tinggi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Haedar juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya peserta aksi unjuk rasa, untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam menyampaikan pendapat dan tuntutan. Dia mewanti-wanti masyarakat tak terprovokasi dengan isu-isu yang destruktif.<\/p>\n<p>&#8220;Semua harus menahan diri dan bersikap bijak, jangan terprovokasi isu-isu yang bersifat destruktif dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, khususnya yang berasal dari media sosial yang tidak jelas sumbernya,&#8221; tutur Haedar.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lampung Selatan, Ahmad Hadi Hafidi, juga menyampaikan bahwa aksi demo yang anarkis hanya dapat membuat kegaduhan dan memperkeruh suasana.<\/p>\n<p>&#8220;Sebagai bagian dari bangsa yang besar yang sedang mengalami ujian, mari semuanya melihat persoalan ini secara jernih, kawan-kawan Mahasiswa, Polri, tokoh politik, tokoh buruh, agama dan elemen lain, mari secara bersama-sama menahan diri. Jangan mempertaruhkan daya emosional kita untuk kemajuan bangsa ke depan,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia ini mengajak seluruh lapisan bangsa menjaga soliditas dan persatuan, terlebih di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah menyampaikan seruan damai menyusul memanasnya aksi demo di&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-37632","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37632"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37632\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37633,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37632\/revisions\/37633"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37632"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=37632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}