{"id":37663,"date":"2025-09-01T01:24:22","date_gmt":"2025-09-01T01:24:22","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=37663"},"modified":"2025-09-01T01:24:23","modified_gmt":"2025-09-01T01:24:23","slug":"pemerintah-pastikan-tahun-2025-jadi-pencapaian-bersejarah-swasembada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/09\/01\/pemerintah-pastikan-tahun-2025-jadi-pencapaian-bersejarah-swasembada\/","title":{"rendered":"Pemerintah Pastikan Tahun 2025 Jadi Pencapaian Bersejarah Swasembada"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah memastikan tahun 2025 menjadi momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia dengan pencapaian swasembada pangan.<\/p>\n<p>Untuk pertama kalinya sejak merdeka, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menembus angka empat juta ton, sebuah capaian yang dinilai sebagai simbol kemandirian bangsa dan kesejahteraan petani.<\/p>\n<p>Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pencapaian ini tidak hanya sebatas angka statistik, tetapi menjadi bukti nyata hasil kerja keras lintas sektor.<\/p>\n<p>\u0093Ini adalah capaian yang belum pernah terjadi selama Indonesia merdeka. Stok empat juta ton bukan hanya angka statistik, tapi simbol kemandirian dan kesejahteraan petani,\u0094 ujarnya.<\/p>\n<p>Amran menjelaskan, keberhasilan ini lahir dari strategi komprehensif yang dijalankan pemerintah melalui tiga pilar utama.<\/p>\n<p>Pertama, reformasi pupuk subsidi dengan kenaikan anggaran dari Rp28 triliun menjadi Rp46,8 triliun untuk 2025.<\/p>\n<p>Alokasi pupuk mencapai 9,55 juta ton mencakup sembilan komoditas strategis, termasuk padi dan jagung.<\/p>\n<p>\u0093Pupuk adalah kebutuhan vital petani. Distribusinya kami pastikan tepat sasaran dan melibatkan aparat agar tidak disalahgunakan,\u0094 tegasnya.<\/p>\n<p>Kedua, penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang lebih menguntungkan petani.<\/p>\n<p>Pemerintah menaikkan HPP gabah menjadi Rp6.500 per kilogram dan jagung Rp5.500 per kilogram, sekaligus menghapus sistem rafaksi.<\/p>\n<p>Ketiga, penguatan regulasi strategis. Pemerintah menerbitkan Perpres No. 192 Tahun 2024 tentang reformasi kelembagaan Kementan untuk mendukung pertanian presisi dan digitalisasi rantai pasok, serta Perpres No. 6 Tahun 2025 yang memperketat tata kelola pupuk subsidi mulai dari e-RDKK hingga distribusi.<\/p>\n<p>Amran menilai kebijakan tersebut membangun sistem pertanian yang tangguh menghadapi iklim, fluktuasi harga, dan dinamika global.<\/p>\n<p>Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, menambahkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran ketahanan pangan sebesar Rp164,4 triliun.<\/p>\n<p>\u0093Ini memang menjadi target dari Pemerintah. Sekarang untuk swasembada pangan dan swasembada energi,\u0094 ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa anggaran besar ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dari hulu hingga hilir.<\/p>\n<p>\u0093Kita tidak bisa fokus pada hulunya dan kita tidak bisa fokus pada hilirnya, tapi harus terintegrasi, dua-duanya harus jalan,\u0094 katanya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa.<\/p>\n<p>\u0093Pemerintah memangkas 145 regulasi penyaluran pupuk yang rumit, 145 peraturan kita pangkas. Hasilnya, produksi beras meningkat, stok beras di gudang pemerintah berada di atas empat juta ton,\u0094 tegas Presiden.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah memastikan tahun 2025 menjadi momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia dengan pencapaian swasembada&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-37663","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37663"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37663\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37664,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37663\/revisions\/37664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37663"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=37663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}