{"id":37665,"date":"2025-09-01T01:25:01","date_gmt":"2025-09-01T01:25:01","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=37665"},"modified":"2025-09-01T01:25:02","modified_gmt":"2025-09-01T01:25:02","slug":"surplus-produksi-beras-perkuat-kemandirian-pangan-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/09\/01\/surplus-produksi-beras-perkuat-kemandirian-pangan-nasional\/","title":{"rendered":"Surplus Produksi Beras Perkuat Kemandirian Pangan Nasional"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Kemandirian pangan kini menjadi kenyataan bagi Indonesia. Setelah puluhan tahun menghadapi ketergantungan pada impor beras, bangsa ini akhirnya mencatat tonggak bersejarah dengan capaian surplus produksi.<\/p>\n<p>Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kedaulatan pangan adalah salah satu pilar utama kedaulatan bangsa.<\/p>\n<p>\u0093Tidak ada negara yang kuat yang tidak mampu memproduksi pangannya sendiri. Oleh karena itu, pemerintah yang saya pimpin bekerja keras untuk memutus ketergantungan pada impor,\u0094 ujar Presiden Prabowo.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan pemerintah melalui Kementerian Pertanian menjalankan strategi besar dengan program ekstensifikasi dan intensifikasi.<\/p>\n<p>Sawah baru dibuka di Kalimantan, Sumatra, Papua, dan daerah potensial lainnya. Program ini dipadukan dengan intensifikasi untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produksi.<\/p>\n<p>Selain itu, pemerintah memangkas jalur distribusi pupuk agar langsung sampai ke petani, serta menyalurkan alat dan mesin pertanian untuk mempercepat proses tanam dan panen.<\/p>\n<p>\u0093Kami mendorong produksi pangan di desa-desa, menyalurkan pupuk langsung dari pabrik ke petani, dan memberi bantuan alsintan,\u0094 jelas Prabowo.<\/p>\n<p>Untuk menjamin kesejahteraan petani, Presiden juga menetapkan harga pembelian gabah Rp6.500 per kilogram.<\/p>\n<p>\u0093Kami tingkatkan harga beli gabah agar petani sebagai produsen menikmati keuntungan yang berarti,\u0094 ucapnya.<\/p>\n<p>Bahkan, untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, Indonesia kembali mengekspor beras dan jagung.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, program pertanian membuat petani semakin sejahtera.<\/p>\n<p>\u0093Saya perhatikan di mana-mana para petani tersenyum. Harga gabah stabil, penghasilan meningkat, dan mereka tahu negara berdiri di belakang mereka,\u0094 ungkap Presiden.<\/p>\n<p>Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut momentum peringatan HUT ke-80 RI menjadi saat yang tepat untuk mewujudkan swasembada pangan.<\/p>\n<p>\u0093Insya Allah, tahun ini kita bisa merebut swasembada pangan,\u0094 tegas Amran.<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan produksi beras nasional diproyeksikan surplus hingga 4,86 juta ton dengan stok Bulog mencapai 4,2 juta ton.<\/p>\n<p>Nilai Tukar Petani juga naik 122 persen, melampaui target pemerintah.<\/p>\n<p>\u0093Berkat dukungan luar biasa Presiden, target swasembada bisa kita percepat dari empat tahun menjadi satu tahun,\u0094 ujarnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, mengapresiasi capaian surplus beras sebagai langkah besar dalam menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n<p>\u0093Surplus beras ini adalah bukti nyata bahwa kebijakan pertanian kita sudah mulai menunjukkan hasil positif,\u0094 ujarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Kemandirian pangan kini menjadi kenyataan bagi Indonesia. Setelah puluhan tahun menghadapi ketergantungan pada&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-37665","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37665","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37665"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37665\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37666,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37665\/revisions\/37666"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37665"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37665"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37665"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=37665"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}