{"id":37711,"date":"2025-09-02T00:57:33","date_gmt":"2025-09-02T00:57:33","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=37711"},"modified":"2025-09-02T00:57:33","modified_gmt":"2025-09-02T00:57:33","slug":"bangun-kebangsaan-melalui-implementasi-asta-cita-mari-kuatkan-persaudaraan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/09\/02\/bangun-kebangsaan-melalui-implementasi-asta-cita-mari-kuatkan-persaudaraan\/","title":{"rendered":"Bangun Kebangsaan Melalui Implementasi Asta Cita, Mari Kuatkan Persaudaraan"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u0097 Pemerintah terus menegaskan bahwa sejatinya pembangunan kebangsaan hanya dapat terwujud melalui implementasi Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo Subianto dengan tepat.<\/p>\n<p>Delapan program prioritas nasional tersebut menjadi panduan dalam membangun persatuan, memperkuat toleransi, dan memastikan persaudaraan agar bisa tetap menjadi fondasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.<\/p>\n<p>Terkait hal tersebut, Menteri Agama Nasarudin Umar menegaskan bagaimana komitmen kuat dari Kementerian Agama dalam melaksanakan Asta Cita di sektor keagamaan.<\/p>\n<p>\u0093Untuk turut mewujudkan Asta Cita dari Presiden, Kemenag memiliki beberapa program prioritas, yang diwujudkan dalam Asta Protas Kemenag, yang berfokus pada pelayanan keagamaan dan juga pendidikan,\u0094 ucapnya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa salah satu terobosan penting dalam mengimplementasikan Asta Cita dari Kemenag adalah dengan pengembangan program Kurikulum Cinta yang menekankan pentingnya moderasi beragama dan toleransi.<\/p>\n<p>\u0093Selama ini pendidikan agama sering kali menekankan perbedaan, padahal di negara majemuk seperti Indonesia, kita harus mengedepankan persamaan dan nilai toleransi,\u0094 tegasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyampaikan bahwa pembangunan transmigrasi menjadi instrumen yang juga tidak kalah penting dalam mewujudkan pemerataan dan penguatan persaudaraan.<\/p>\n<p>\u0093Saya menginginkan program Asta Cita Presiden itu bisa terealisasi,\u0094 katanya.<\/p>\n<p>\u0093Salah satunya melalui program-program di Kementerian Transmigrasi yang berkaitan dengan pembangunan kewilayahan, pembangunan kawasan transmigrasi, pembangunan di desa dari bawah untuk peningkatan kesejahteraan dan pemerataan hasil,\u0094 ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa perpindahan penduduk juga dapat semakin memperkuat integrasi nasional melalui akulturasi budaya dan solidaritas masyarakat.<\/p>\n<p>\u0093Transmigrasi bukan untuk memindahkan masalah. Kita ingin mengubah nasib masyarakat melalui pendekatan yang sudah dirancang secara matang,\u0094 tegasnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto meminta kepada seluruh warga negara untuk senantiasa menjaga kepercayaan dan persatuan antar satu sama lain.<\/p>\n<p>\u0093Saudara-saudara sekalian saya minta sungguh-sungguh seluruh warga negara untuk percaya kepada pemerintah, untuk tenang pemerintah yang saya pimpin,\u0094 ujarnya.<\/p>\n<p>Presiden menekankan bahwa aspirasi harus disampaikan secara damai.<\/p>\n<p>\u0093Jangan sampai kita terus diadu domba. Suarakan aspirasi dengan baik dan damai tanpa merusak, tanpa kekerasan, tanpa penjarahan,\u0094 tambahnya.<\/p>\n<p>Melalui implementasi Asta Cita yang menekankan pembangunan dari desa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga harmonisasi antarumat beragama, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk memperkuat persaudaraan.<\/p>\n<p>Sinergi antarwarga menjadi kunci dalam membangun bangsa yang adil, sejahtera, dan berdaulat. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u0097 Pemerintah terus menegaskan bahwa sejatinya pembangunan kebangsaan hanya dapat terwujud melalui implementasi Asta&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-37711","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37711","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37711"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37711\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37712,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37711\/revisions\/37712"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37711"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=37711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}