{"id":38009,"date":"2025-09-08T13:55:39","date_gmt":"2025-09-08T13:55:39","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=38009"},"modified":"2025-09-08T13:55:39","modified_gmt":"2025-09-08T13:55:39","slug":"tokoh-papua-imbau-warga-tak-terprovokasi-aksi-demonstrasi-anarkis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/09\/08\/tokoh-papua-imbau-warga-tak-terprovokasi-aksi-demonstrasi-anarkis\/","title":{"rendered":"Tokoh Papua Imbau Warga Tak Terprovokasi Aksi Demonstrasi Anarkis"},"content":{"rendered":"<p>Manokwari \u2013 Sejumlah tokoh masyarakat, adat, dan agama di Papua menegaskan pentingnya menjaga ketertiban serta menolak segala bentuk provokasi terkait gelombang demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Para tokoh menilai, dinamika politik di tingkat nasional, termasuk aksi di Jakarta dan kota-kota besar lain, tidak semestinya memengaruhi stabilitas di Papua yang selama ini dikenal sebagai wilayah damai dan penuh toleransi.<\/p>\n<p>Tokoh Pemuda Suku Irarutu Kab. Kaimana, Klemens Nimbafu, menekankan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi berbagai persoalan.<\/p>\n<p>\u201cJangan sampai kita terprovokasi, terutama berkaitan dengan kejadian atau masalah di parlemen maupun DPR RI yang imbasnya sampai ke masyarakat kecil. Papua ini dikenal sebagai zona damai, mari kita jaga bersama dengan hati yang satu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Nada serupa disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Fakfak, Ali Hindom. Ia mengimbau warga agar tidak terpengaruh dengan aksi demonstrasi yang terjadi di Jakarta maupun kota-kota lain.<\/p>\n<p>\u201cKalau ada aspirasi, mari kita sampaikan dengan tertib, tidak usah dengan anarkis. Di Fakfak, kita punya budaya satu tungku tiga batu, itulah yang membuat kita selalu hidup rukun dan penuh toleransi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Wakil Kepala Suku Wilayah II Ransiki, Yos Marani, juga mengingatkan masyarakat agar tidak terbawa arus isu-isu politik nasional.<\/p>\n<p>\u201cSuara rakyat memang perlu disampaikan, tetapi kita di daerah jangan ikut-ikutan sampai menimbulkan kekacauan. Lebih baik kita tetap menjaga ketertiban dan suasana damai agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Senada dengan itu, Kepala Biro Hukum Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta di Indonesia (PGPI) Papua Barat, Ayub Msiren, mengajak masyarakat untuk menolak ajakan anarkis.<\/p>\n<p>\u201cMari kita jaga keamanan wilayah dan jangan mudah terprovokasi isu hoaks yang bisa memecah belah kita semua,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua DPD Barisan Merah Putih Papua Barat, Samuel Mandowen, menekankan agar masyarakat Manokwari tidak terpengaruh isu dan opini yang menyesatkan.<\/p>\n<p>\u201cKalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita orang siapa lagi. Kita yang bisa menjaga fasilitas umum dan memastikan Manokwari tetap aman, damai, dan penuh kasih,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Seruan para tokoh ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat Papua untuk tetap menjaga persaudaraan, menjauhi provokasi, serta mengutamakan kedamaian demi keberlangsungan pembangunan di daerah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manokwari \u2013 Sejumlah tokoh masyarakat, adat, dan agama di Papua menegaskan pentingnya menjaga ketertiban serta&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-38009","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38009","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38009"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38009\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38010,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38009\/revisions\/38010"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38009"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=38009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}