{"id":38088,"date":"2025-09-10T09:43:12","date_gmt":"2025-09-10T09:43:12","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=38088"},"modified":"2025-09-10T09:43:13","modified_gmt":"2025-09-10T09:43:13","slug":"seruan-tokoh-papua-jangan-mudah-terprovokasi-ajakan-demo-anarkis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/09\/10\/seruan-tokoh-papua-jangan-mudah-terprovokasi-ajakan-demo-anarkis\/","title":{"rendered":"Seruan Tokoh Papua: Jangan Mudah Terprovokasi Ajakan Demo Anarkis"},"content":{"rendered":"<p>PAPUA BARAT \u2013 Menjaga keamanan dan kedamaian Papua merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Di tengah situasi nasional yang dinamis, berbagai tokoh Papua menyerukan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh ajakan demonstrasi anarkis yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun daerah.<\/p>\n<p>Ketua Umum Badan Koordinasi Majelis Muslim Papua Provinsi Papua Barat, Abdul Rashid Fimbai, menegaskan pentingnya membangun persatuan di atas perbedaan. \u0093Mari kita jadikan Manokwari sebagai rumah bersama yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya, terlepas dari perbedaan suku, agama, atau latar belakang lainnya,\u0094 ujarnya. Ia menambahkan, \u0093Mari kita menjaga Manokwari sebagai rumah besar di mana semua orang adalah bersaudara dan berhak mendapatkan pengayoman untuk hidup aman dan damai.\u0094<\/p>\n<p>Hal senada disampaikan oleh Ketua LMA Kabupaten Fakfak, Valentinus Kabes, yang menekankan agar masyarakat tidak terjebak dalam tindakan anarkis. \u0093Sampaikan aspirasi dengan cara yang damai, jangan melakukan tindakan anarkis serta selalu patuhi aturan hukum yang berlaku. Hal ini penting agar kita semua terhindar dari hal-hal yang dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain,\u0094 katanya. Valentinus juga menambahkan keyakinannya bahwa masyarakat Papua memiliki nilai luhur. \u0093Saya yakin dan percaya bahwa kita sebagai warga negara yang baik, berbudaya, dan beretika sehingga tidak terprovokasi. Mari kita pupuk persaudaraan, tingkatkan silaturahmi, dan hadirkan perdamaian.\u0094<\/p>\n<p>Sementara itu, Anggota Pokja Polhukam BP3OKP Papua Barat, Ismail Sireffa, menekankan pentingnya stabilitas bagi pembangunan. \u0093Mari kita menjaga stabilitas keamanan agar negeri ini stabil. Tetapi marilah kita sama-sama berupaya menyelesaikan persoalan keamanan secara arif dan bijaksana demi menggapai tujuan pembangunan di daerah,\u0094 ungkapnya.<\/p>\n<p>Dari Teluk Bintuni, Ketua Forum Intelektual Risaturi Bersatu, Fauzan Fimbay, juga menyerukan agar masyarakat tetap waspada terhadap isu-isu yang dapat memecah belah. \u0093Saya menghimbau kepada seluruh warga Teluk Bintuni untuk tetap menjaga toleransi antarumat beragama dan antar-suku. Kita jangan mudah terprovokasi dengan isu nasional, tetapi mari bergandengan tangan menjaga keamanan di daerah,\u0094 tegasnya.<\/p>\n<p>Tokoh adat pun menyampaikan pandangan yang sama. Kepala Suku Biak, Erens Wakum, mengingatkan, \u0093Saya mengimbau kepada kepala-kepala suku Papua maupun Nusantara, marilah kita menjaga masyarakat kita supaya damai, tertib, dan aman.\u0094 Kepala Suku Moile Pegunungan Arfak menambahkan, \u0093Saya mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan. Tidak boleh demo-demo anarkis, supaya nama baik kabupaten tetap terjaga.\u0094<\/p>\n<p>Seruan bersama para tokoh Papua ini menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga kedamaian dan persatuan. Papua membutuhkan stabilitas, bukan kerusuhan. Hanya dengan menciptakan harmoni dan keamanan, pembangunan dapat berjalan dan kesejahteraan masyarakat semakin tercapai.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PAPUA BARAT \u2013 Menjaga keamanan dan kedamaian Papua merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-38088","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38088","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38088"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38088\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38089,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38088\/revisions\/38089"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38088"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38088"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38088"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=38088"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}