{"id":38140,"date":"2025-09-12T09:35:21","date_gmt":"2025-09-12T09:35:21","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=38140"},"modified":"2025-09-12T09:35:22","modified_gmt":"2025-09-12T09:35:22","slug":"suara-damai-dari-manokwari-kkr-dorong-toleransi-antarumat-di-papua-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/09\/12\/suara-damai-dari-manokwari-kkr-dorong-toleransi-antarumat-di-papua-barat\/","title":{"rendered":"Suara Damai dari Manokwari: KKR Dorong Toleransi Antarumat di Papua Barat"},"content":{"rendered":"<p>Manokwari \u2013 Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan Kesembuhan Ilahi yang dipimpin oleh Pdt. Markus Nome, berlangsung meriah sekaligus penuh khidmat di Lapangan Parkir Pusat Pendidikan Bara Api Penuai Amban, Manokwari, Selasa (9\/9\/2025). Kegiatan yang mengusung tema \u201cYesusku Luar Biasa\u201d ini dihadiri sekitar 1.000 jemaat dari berbagai klasis di Kabupaten Manokwari dan Papua Barat.<\/p>\n<p>Suasana kebaktian terlihat semarak sejak pagi hari. Jemaat dari berbagai daerah hadir dengan penuh antusias, menandai besarnya semangat kebersamaan untuk merayakan momentum rohani tersebut. Selain rangkaian ibadah dan doa, kegiatan ini juga dipenuhi dengan pujian, musik rohani, serta doa bersama yang membawa suasana kekeluargaan dan persaudaraan.<\/p>\n<p>Acara pembukaan turut dihadiri oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, yang sekaligus meresmikan pelaksanaan KKR selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 September 2025. Dalam sambutannya, Dominggus menegaskan pentingnya menjaga nilai toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.<\/p>\n<p>\u201cKita yakin dan percaya bahwa kegiatan KKR ini akan berlangsung dengan penuh damai dan sukacita, oleh karena itu saya berpesan untuk seluruh jemaat dan masyarakat di Provinsi Papua Barat ini, untuk saling menjaga toleransi, kerukunan, kebersamaan, persatan dan kesatuan kita, dengan demikian kita akan hidup rukun dan damai di tanah yang diberkati Indonesia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dominggus juga menekankan bahwa Papua merupakan rumah bersama yang wajib dijaga.<\/p>\n<p>\u201cIndonesia, Papua, Papua Barat, Manokwari, merupakan rumah kita yang wajib dan harus kita jaga dengan rukun. Sehingga melalui momentum ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Momentum KKR ini menjadi ajang penting tidak hanya bagi umat Kristiani, tetapi juga masyarakat luas sebagai pengingat akan pentingnya toleransi antaragama. Kehadiran ribuan jemaat dari berbagai latar belakang memperlihatkan wajah kebersamaan yang menjadi modal utama dalam menjaga harmoni sosial di Papua Barat.<\/p>\n<p>Ketua panitia penyelenggara menjelaskan bahwa kegiatan ini dapat terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak serta dukungan pemerintah daerah. Panitia juga bekerja sama dengan aparat kepolisian, pemerintah desa dan kelurahan, serta unsur kecamatan untuk memastikan acara berjalan tertib, aman, dan lancar.<\/p>\n<p>\u201cSinergi ini menjadi bukti bahwa kerukunan dapat diwujudkan dengan kerja sama nyata lintas pihak,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dengan terselenggaranya KKR di Manokwari ini, diharapkan tercipta suasana damai, penuh persaudaraan, serta tercermin semangat menjaga toleransi di wilayah Papua.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manokwari \u2013 Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan Kesembuhan Ilahi yang dipimpin oleh Pdt. Markus Nome,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-38140","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38140","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38140"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38140\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38141,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38140\/revisions\/38141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38140"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38140"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38140"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=38140"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}