{"id":38142,"date":"2025-09-12T09:35:52","date_gmt":"2025-09-12T09:35:52","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=38142"},"modified":"2025-09-12T09:35:53","modified_gmt":"2025-09-12T09:35:53","slug":"bersama-menjaga-papua-aman-rukun-dan-sejahtera","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/09\/12\/bersama-menjaga-papua-aman-rukun-dan-sejahtera\/","title":{"rendered":"Bersama Menjaga Papua Aman Rukun dan Sejahtera"},"content":{"rendered":"<p>Papua \u2013 Persatuan dan kesatuan adalah harga mati bagi masyarakat Papua. Di tengah keragaman etnis, budaya, dan agama, menjaga harmoni berarti menjaga masa depan. Provokasi yang mengarah pada demonstrasi anarkis harus ditolak, karena hanya akan merusak tatanan sosial dan menghambat pembangunan. Papua membutuhkan suasana damai agar rakyatnya bisa menatap masa depan dengan optimisme. Dengan semangat toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan, Papua akan semakin kokoh berdiri sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.<\/p>\n<p>Tokoh Papua, Charles Kossay, menegaskan bahwa aksi anarkis tidak dapat dibenarkan. \u201cDemonstrasi di muka umum adalah hak yang dijamin undang-undang, tetapi ketika berubah menjadi anarkis, itu tidak bisa dipuji dan tidak bisa dibenarkan oleh siapapun,\u201d ujarnya. Menurutnya, demokrasi hanya akan bermakna bila dijalankan dengan cara damai dan bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan. \u201cPapua, Papua Barat, dan Manokwari adalah rumah bersama yang harus kita jaga. Tanpa persatuan, pembangunan tidak akan berjalan maksimal,\u201d tegasnya. Ia menekankan bahwa stabilitas sosial adalah fondasi utama agar Papua tetap menjadi tanah yang diberkati.<\/p>\n<p>Sejumlah tokoh agama dan adat pun menyuarakan hal senada. Abdul Rashid Fimbai dari Badan Koordinasi Majelis Muslim Papua Barat mengatakan, \u201cMari jadikan Manokwari rumah damai untuk semua orang tanpa membeda-bedakan suku maupun agama.\u201d Sementara itu, Ketua LMA Fakfak, Valentinus Kabes, mengingatkan, \u201cAspirasi harus disampaikan dengan cara damai, bukan dengan tindakan anarkis.\u201d<\/p>\n<p>Tokoh adat Biak, Erens Wakum, juga menegaskan pentingnya menjaga ketertiban. \u201cKepala suku punya tanggung jawab moral menjaga masyarakat agar tetap aman,\u201d ucapnya. Sedangkan Kepala Suku Moile Pegunungan Arfak menambahkan, \u201cDemonstrasi anarkis tidak boleh terjadi karena hanya akan merusak nama baik daerah.\u201d<\/p>\n<p>Generasi muda Papua didorong untuk menjadi pelopor literasi digital dalam menangkal provokasi di media sosial. Dengan sikap kritis, mereka dapat menyaring informasi dan menjadi agen perdamaian yang menyebarkan pesan positif.<\/p>\n<p>Selain itu, aparat keamanan bersama pemerintah daerah terus memperkuat stabilitas melalui pendekatan humanis. Sinergi ini menunjukkan bahwa kedamaian Papua bukan sekadar retorika, melainkan hasil kerja nyata semua pihak.<\/p>\n<p>Pesan para tokoh Papua jelas: jangan mudah terprovokasi, jaga persaudaraan, dan utamakan kedamaian. Papua yang damai adalah Papua yang mampu berkembang, memberi manfaat bagi rakyatnya, serta berdiri teguh dalam bingkai NKRI.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Papua \u2013 Persatuan dan kesatuan adalah harga mati bagi masyarakat Papua. Di tengah keragaman etnis,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-38142","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38142","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38142"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38142\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38143,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38142\/revisions\/38143"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38142"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38142"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38142"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=38142"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}