{"id":38449,"date":"2025-09-20T07:08:18","date_gmt":"2025-09-20T07:08:18","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=38449"},"modified":"2025-09-20T07:08:18","modified_gmt":"2025-09-20T07:08:18","slug":"presiden-prabowo-pastikan-sekolah-rakyat-putus-rantai-kemiskinan-absolut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/09\/20\/presiden-prabowo-pastikan-sekolah-rakyat-putus-rantai-kemiskinan-absolut\/","title":{"rendered":"Presiden Prabowo Pastikan Sekolah Rakyat Putus Rantai Kemiskinan Absolut"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Presiden Prabowo Subianto menegaskan bagaimana komitmen kuat pemerintah di bawah kepemimpinannya dalam upaya untuk memutus mata rantai kemiskinan absolut masyarakat Indonesia melalui Program Sekolah Rakyat. <\/p>\n<p>Program tersebut digagas untuk memberikan akses pendidikan yang lebih berkualitas bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan sangat rendah, terutama pada kelompok desil 1 dan desil 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).<\/p>\n<p>&#8220;Salah satu upaya kita untuk memutus rantai kemiskinan absolut adalah membentuk Sekolah Rakyat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah berhasil membangun dan membuka 100 Sekolah Rakyat,\u201d lanjut Kepala Negara.<\/p>\n<p>\u201cKita harapkan tahun depan menjadi 200. Tahun selanjutnya menjadi 300, dan seterusnya,&#8221; ujar Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR\/DPR 2025 di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Jakarta.<\/p>\n<p>Pemerintah ke depannya menargetkan terwujudnya pembangunan hingga sebanyak 300 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia secara merata. <\/p>\n<p>Seluruh siswa akan diasramakan dan mendapatkan pendidikan yang terjamin mutunya sehingga memiliki peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik.<\/p>\n<p>&#8220;Anak-anak yang orang tuanya miskin tidak perlu terus miskin. Ini yang kita upayakan dan kita kerjakan sekarang,&#8221; tegas Presiden Prabowo.<\/p>\n<p>Mengenai salah satu program strategis pemerintah tersebut, Ketua MPR RI Ahmad Muzani memandang kehadiran Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis untuk memastikan pemerataan pendidikan. <\/p>\n<p>Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi jalan keluar nyata agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak kehilangan kesempatan berkembang.<\/p>\n<p>&#8220;Sekolah Rakyat adalah jawaban strategis bagi anak-anak kurang mampu yang selama ini sulit mengakses pendidikan berkualitas,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>\u201cSekolah Rakyat menjadi jalan keluar untuk membuka setiap anak bangsa untuk meraih masa depan yang lebih baik,&#8221; kata Ahmad Muzani.<\/p>\n<p>Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf turut menegaskan bahwa program tersebut terus berkembang pesat. <\/p>\n<p>Ia menyebutkan bahwa hingga Agustus 2025, Sekolah Rakyat telah hadir di 100 titik dan akan bertambah dalam waktu dekat.<\/p>\n<p>&#8220;Per hari ini sudah 100 titik, nanti September juga ada tambahan 60 titik. Secara keseluruhan, ada 16 ribu siswa Sekolah Rakyat yang mulai pembelajaran di tahun 2025 sampai 2026,&#8221; kata Saifullah Yusuf.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, konsolidasi terus dilakukan untuk melengkapi sarana dan prasarana pendukung. <\/p>\n<p>Upaya tersebut memastikan Sekolah Rakyat benar-benar menjadi instrumen efektif dalam memutus rantai kemiskinan absolut di Indonesia. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Presiden Prabowo Subianto menegaskan bagaimana komitmen kuat pemerintah di bawah kepemimpinannya dalam upaya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-38449","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38449","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38449"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38449\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38461,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38449\/revisions\/38461"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38449"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38449"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38449"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=38449"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}