{"id":38522,"date":"2025-09-21T09:59:38","date_gmt":"2025-09-21T09:59:38","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=38522"},"modified":"2025-09-21T09:59:39","modified_gmt":"2025-09-21T09:59:39","slug":"berangkat-ke-sidang-umum-pbb-presiden-prabowo-perjuangkan-multilateralisme-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/09\/21\/berangkat-ke-sidang-umum-pbb-presiden-prabowo-perjuangkan-multilateralisme-dunia\/","title":{"rendered":"Berangkat ke Sidang Umum PBB, Presiden Prabowo Perjuangkan Multilateralisme Dunia"},"content":{"rendered":"<p>NEW YORK \u2013 Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertolak dari Osaka, Jepang, menuju New York, Amerika Serikat, pada Sabtu (20\/9). <\/p>\n<p>Keberangkatan tersebut dilakukan usai mengunjungi Paviliun Indonesia di Expo 2025 Osaka, dengan tujuan utama menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 dan menyuarakan pentingnya multilateralisme dunia. <\/p>\n<p>Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Kepala Negara lepas landas dari Bandara Internasional Kansai sekitar pukul 16.15 waktu setempat.<\/p>\n<p>Former Assistant Chief Cabinet Secretary Jepang Keiichi Ichikawa dan Ambassador in Charge Kansai Region Yasushi Misawa turut melepas keberangkatan Presiden RI kedelapan itu di Bandara menuju ke New York.<\/p>\n<p>Terkait keikutsertaan Presiden di Sidang Umum PBB, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa agenda Presiden di New York sangat penting untuk diplomasi Indonesia. <\/p>\n<p>\u201cSesuai jadwal yang diterima, Presiden Prabowo akan menyampaikan pidato pada urutan ketiga pada sesi Debat Umum PBB pada 23 September 2025, setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat,\u201d ujarnya. <\/p>\n<p>Teddy menekankan, forum tersebut memberi momentum bagi Indonesia untuk menegaskan peran sebagai pemimpin Global South dengan konsistensi memperjuangkan tata kelola dunia yang adil dan inklusif.<\/p>\n<p>Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menilai langkah Presiden ke PBB melanjutkan tradisi panjang diplomasi keluarganya. <\/p>\n<p>\u201cKami berharap Presiden Prabowo terus perjuangkan multilateralisme dunia seperti almarhum Prof. Sumitro,\u201d ungkap Dino. <\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa Prof. Sumitro pernah memainkan peran monumental ketika memimpin delegasi Indonesia di PBB pada 1948-1949, termasuk menggugat agresi Belanda di forum internasional hingga akhirnya kedaulatan Indonesia diakui secara global. <\/p>\n<p>Menurut Dino, pidato Presiden di sidang umum tahun ini menjadi angin segar bagi multilateralisme yang tengah menghadapi tantangan serius di berbagai negara.<\/p>\n<p>Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah, Hamdan Hamedan, menekankan dampak strategis dari pidato Presiden Prabowo yang akan berlangsung di hadapan dunia. <\/p>\n<p>\u201cSaat ruangan penuh, dunia tertuju dan pesan pidato bentuk nada utama debat umum PBB,\u201d ujarnya. <\/p>\n<p>Ia menambahkan, kehadiran langsung Presiden Indonesia di forum tersebut setelah lebih dari satu dekade menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa besar yang berkomitmen pada perdamaian global.<\/p>\n<p>Setelah agenda di New York, Presiden Prabowo dijadwalkan melanjutkan kunjungan kenegaraan ke Kanada dan Belanda, memperluas jejaring diplomasi sekaligus memperkuat peran Indonesia di panggung internasional. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NEW YORK \u2013 Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertolak dari Osaka, Jepang, menuju New York,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-38522","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38522","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38522"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38522\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38523,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38522\/revisions\/38523"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38522"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38522"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38522"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=38522"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}