{"id":38562,"date":"2025-09-22T12:02:13","date_gmt":"2025-09-22T12:02:13","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=38562"},"modified":"2025-09-22T12:02:13","modified_gmt":"2025-09-22T12:02:13","slug":"kehadiran-indonesia-di-pbb-wujud-nyata-diplomasi-bebas-aktif-dalam-kepemimpinan-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/09\/22\/kehadiran-indonesia-di-pbb-wujud-nyata-diplomasi-bebas-aktif-dalam-kepemimpinan-global\/","title":{"rendered":"Kehadiran Indonesia di PBB Wujud Nyata Diplomasi Bebas Aktif dalam Kepemimpinan Global"},"content":{"rendered":"<p>NEW YORK \u2013 Presiden Prabowo Subianto memimpin secara langsung delegasi Indonesia dalam forum bertaraf internasional, yakni Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York.<\/p>\n<p>Kehadiran tersebut menjadi wujud nyata atas implementasi politik luar negeri yang bebas aktif sekaligus juga semakin menegaskan bagaimana kepemimpinan Indonesia dalam kancah global.<\/p>\n<p>Untuk pertama kalinya setelah lebih dari satu dekade lamanya, Presiden Republik Indonesia kembali tampil secara langsung di forum tertinggi PBB tersebut.<\/p>\n<p>Menanggapi momentum sejarah yang dicetak oleh Presiden Prabowo Subianto itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto menilai bahwa kehadiran Kepala Negara semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemimpin Global South.<\/p>\n<p>\u201cPertama, penegasan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cIsu kemerdekaan Palestina harus menjadi perhatian utama. Indonesia bisa berperan sebagai jembatan perdamaian,\u201d ujar Anton.<\/p>\n<p>Ia menambahkan mengenai bagaimana pentingnya peran Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global.<\/p>\n<p>\u201cIndonesia harus bisa tampil sebagai kekuatan baru yang memimpin solidaritas negara-negara Selatan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut bahwa posisi Indonesia sebagai pembicara ketiga dalam Debat Umum PBB menjadi simbol pengakuan internasional.<\/p>\n<p>\u201cSidang Majelis Umum tahun tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia, tidak hanya untuk kembali tampil di level tertinggi pada forum PBB,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>\u201cTetapi juga untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin Global South yang konsisten menyuarakan agenda reformasi tata kelola dunia agar lebih adil dan inklusif,\u201d jelas Teddy.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa forum tersebut telah menjadi panggung yang strategis bagi Indonesia untuk semakin memperkuat diplomasi dan kepemimpinan global.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menilai bahwa kehadiran Presiden Prabowo juga mengulang jejak perjuangan diplomasi Prof. Sumitro Djojohadikusumo.<\/p>\n<p>\u201cSebagaimana almarhum Prof. Sumitro, Presiden Prabowo kini melanjutkan perjuangan diplomasi Indonesia dalam memperkuat multilateralisme dunia,\u201d ucap Dino.<\/p>\n<p>Ia menekankan bahwa Pidato Presiden Prabowo membawa semangat baru untuk memperkuat kerja sama global yang sempat mengalami tantangan.<\/p>\n<p>Momentum kehadiran Presiden Prabowo di PBB mempertegas komitmen Indonesia dalam menjalankan diplomasi bebas aktif.<\/p>\n<p>Melalui forum tersebut, Indonesia tidak hanya menjaga kepentingan nasional, tetapi juga berperan aktif sebagai kekuatan moderat yang menjembatani negara maju dan berkembang demi terwujudnya perdamaian dan keadilan global. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NEW YORK \u2013 Presiden Prabowo Subianto memimpin secara langsung delegasi Indonesia dalam forum bertaraf internasional,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-38562","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38562","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38562"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38562\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38582,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38562\/revisions\/38582"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38562"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38562"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38562"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=38562"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}