{"id":38721,"date":"2025-09-25T07:28:49","date_gmt":"2025-09-25T07:28:49","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=38721"},"modified":"2025-09-25T07:28:51","modified_gmt":"2025-09-25T07:28:51","slug":"pemerintah-pastikan-program-mbg-tetap-berjalan-fokus-pada-evaluasi-dan-peningkatan-kualitas-gizi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/09\/25\/pemerintah-pastikan-program-mbg-tetap-berjalan-fokus-pada-evaluasi-dan-peningkatan-kualitas-gizi\/","title":{"rendered":"Pemerintah Pastikan Program MBG Tetap Berjalan, Fokus pada Evaluasi dan Peningkatan Kualitas Gizi"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah menegaskan tidak ada rencana penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski muncul sejumlah kasus keracunan di beberapa daerah. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menekankan bahwa langkah pemerintah saat ini adalah melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan program berjalan lebih baik dan aman bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menuntaskan berbagai permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan MBG, termasuk laporan lebih dari 5.000 siswa yang mengalami keracunan. \u201cTentu semua jenis kejadian harus dijadikan bahan evaluasi. Yang kena keracunan, yang sistemnya lamban, yang berbagai hal harus dijadikan pembenahan,\u201d ujarnya kepada wartawan di Jakarta.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah memperbaiki sistem, bukan menghentikan program. \u201cTentu saya minta kepada BGN untuk benar-benar menuntaskan problem-problem yang nyata-nyata ada. Nanti kita tunggu,\u201d tegasnya. Cak Imin juga menambahkan bahwa Fraksi PKB di DPR akan ikut melakukan evaluasi agar sistem pelaksanaan MBG ke depan lebih ketat dan tidak lagi menimbulkan kasus serupa. \u201cPasti kita di DPR akan melakukan evaluasi agar sistem pelaksanaannya betul-betul tidak ada yang keracunan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Muhaimin menepis kabar penghentian program yang sempat beredar. \u201cTidak ada, tidak ada rencana penyetopan. Saya belum mendengar,\u201d tandasnya. Ia menegaskan bahwa MBG merupakan program prioritas nasional yang harus terus dilanjutkan karena memiliki manfaat besar bagi peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia.<\/p>\n<p>Dukungan senada disampaikan Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah yang menilai MBG adalah langkah positif pemerintah dalam memperbaiki gizi masyarakat. \u201cProgram prioritas Presiden, Makan Bergizi Gratis itu sesuatu yang baik, yang harus kita dorong dulu. Jika di dalam perjalanannya ada masalah, maka harus segera dilakukan deteksi oleh pemerintah,\u201d ujarnya. Said menegaskan bahwa kasus keracunan tidak boleh menjadi alasan untuk menyetop program. \u201cKita semua wajib prihatin, tapi tidak berarti ada konklusi harus disetop, jangan!\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menambahkan bahwa MBG penting untuk menurunkan angka stunting dan mendukung pertumbuhan anak. Menurutnya, program ini memiliki dampak jangka panjang bagi kesehatan generasi muda sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi petani dan pelaku usaha lokal.<\/p>\n<p>Dengan langkah evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat, pemerintah optimistis Program MBG akan terus berjalan sebagai upaya strategis mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah menegaskan tidak ada rencana penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski muncul&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-38721","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38721","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38721"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38721\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38740,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38721\/revisions\/38740"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38721"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=38721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}