{"id":38765,"date":"2025-09-25T07:31:47","date_gmt":"2025-09-25T07:31:47","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=38765"},"modified":"2025-09-25T07:31:47","modified_gmt":"2025-09-25T07:31:47","slug":"evaluasi-menyeluruh-kunci-pemerintah-perkuat-program-makan-bergizi-gratis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/09\/25\/evaluasi-menyeluruh-kunci-pemerintah-perkuat-program-makan-bergizi-gratis\/","title":{"rendered":"Evaluasi Menyeluruh Kunci Pemerintah Perkuat Program Makan Bergizi Gratis"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2014 Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan lebih baik, pasca-kasus keracunan massal yang menimpa sejumlah penerima manfaat.<\/p>\n<p>Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyatakan peristiwa tersebut dijadikan pelajaran penting.<\/p>\n<p> \u201cYang kena keracunan, yang sistemnya lamban, semua hal itu harus dijadikan pembenahan. Tentu saya minta kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk benar-benar menuntaskan problem-problem yang nyata-nyata ada. Nanti kita tunggu hasilnya,\u201d ujar Muhaimin di Jakarta.<\/p>\n<p>Ia menegaskan tidak ada rencana penghentian program. <\/p>\n<p>\u201cTidak ada, tidak ada rencana penyetopan. Saya belum mendengar.\u201d tegasnya. <\/p>\n<p>PKB, melalui Fraksinya di DPR, akan mengawal penuh agar pelaksanaan MBG berjalan aman dan tepat sasaran.<\/p>\n<p>\u201cIntinya kami mendukung perbaikan cepat atas semua problem yang ada,\u201d kata Muhaimin.<\/p>\n<p>Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang, mengakui saat ini regulasi teknis MBG masih menunggu penandatanganan Peraturan Presiden. <\/p>\n<p>\u201cTinggal menunggu tanda tangan Presiden. Insya Allah akan ditandatangani,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p> Dengan payung hukum yang lebih jelas, diharapkan tata kelola MBG akan semakin kuat dan transparan.<\/p>\n<p>Pemerintah pun telah menyiapkan sejumlah langkah konkrit. Presiden Prabowo Subianto meminta agar menu sederhana namun bernutrisi tinggi, seperti telur rebus atau telur ceplok, menjadi bagian utama program. <\/p>\n<p>\u201cBeliau sangat tidak ingin telur itu di orek-orek atau didadar. Karena kalau diceplok itu sudah pasti kelihatan telurnya. Jadi bukan sekadar bagi makanan, tetapi memastikan kualitas dan porsinya adil untuk setiap anak,&#8221; tutur Kepala BGN, Dadan Hindayana.<\/p>\n<p>Alasan penekanan pada telur sederhana: pertama, kandungan gizinya sangat tinggi, mulai protein, kolin, hingga vitamin penting untuk mencegah stunting. Kedua, ketersediaannya melimpah di seluruh Indonesia, sehingga distribusi lebih mudah dan merata.<\/p>\n<p>Selain itu, Presiden juga berencana berdialog langsung dengan mitra pelaksana MBG. <\/p>\n<p>\u201cPak Presiden ingin mendengar langsung pelaksanaannya,\u201d ujar Dadan. <\/p>\n<p>Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin mendengar masukan dari bawah agar setiap perbaikan bisa lebih tepat sasaran.<\/p>\n<p>Sejak awal, MBG dirancang bukan hanya untuk memberi makan gratis, tetapi juga menciptakan dampak sosial-ekonomi yang luas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2014 Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan lebih&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-38765","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38765","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38765"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38765\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38766,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38765\/revisions\/38766"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38765"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38765"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38765"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=38765"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}