{"id":39060,"date":"2025-10-02T07:11:46","date_gmt":"2025-10-02T07:11:46","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=39060"},"modified":"2025-10-02T07:11:46","modified_gmt":"2025-10-02T07:11:46","slug":"presiden-prabowo-tegaskan-keselamatan-anak-jadi-prioritas-utama-program-mbg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/10\/02\/presiden-prabowo-tegaskan-keselamatan-anak-jadi-prioritas-utama-program-mbg\/","title":{"rendered":"Presiden Prabowo Tegaskan Keselamatan Anak Jadi Prioritas Utama Program MBG"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memastikan keselamatan anak-anak Indonesia. Presiden meminta agar tidak ada lagi kasus keracunan yang menimpa penerima manfaat program strategis tersebut.<\/p>\n<p>Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan arahan Presiden bahwa keselamatan anak Indonesia harus ditempatkan di atas segalanya. \u201cSPPG yang bermasalah ditutup sementara untuk evaluasi, dan semua wajib memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi,\u201d ujar Zulkifli Hasan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan bahwa Kementerian Kesehatan telah menggerakkan tenaga ahli gizi untuk mendukung proses perbaikan. \u201cKami fokus mempercepat perbaikan agar semua dapur SPPG memenuhi standar kebersihan, kualitas, dan proses pengolahan,\u201d kata Budi Gunadi Sadikin.<\/p>\n<p>Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Hariqo Wibawa Satria, menegaskan bahwa kepemimpinan Presiden tidak mengenal hari libur ketika menyangkut keselamatan anak-anak. \u201cTidak ada hari libur demi keselamatan anak Indonesia,\u201d pungkas Hariqo.<\/p>\n<p>Hariqo menjelaskan, Presiden telah menginstruksikan delapan langkah strategis untuk memperkuat MBG, mulai dari evaluasi menyeluruh terhadap juru masak, sterilisasi peralatan, hingga pemasangan CCTV di setiap dapur MBG. Selain itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan setiap dapur MBG memiliki sertifikat higienis, halal, dan penggunaan air layak pakai dalam waktu satu bulan.<\/p>\n<p>Dukungan terhadap program ini juga mengalir dari berbagai pihak. Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menilai MBG bukan hanya memperkuat gizi anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. \u201cSPPG akan menjadi pusat perputaran ekonomi lokal, membuka peluang usaha bagi petani, peternak, dan pelaku UMKM,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Tenaga Ahli BGN, Anyelir Puspa Kemala, menyebut MBG sebagai investasi jangka panjang. \u201cTantangan kita bukan hanya stunting, tetapi juga anemia, ketimpangan akses pangan, dan kemiskinan. MBG hadir untuk menjawab itu semua,\u201d tambah Anyelir.<\/p>\n<p>Dukungan serupa datang dari Sekjen ICMI, Andi Yuliani, yang menekankan pentingnya standar keamanan pangan. \u201cSetiap tahap, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi, harus memenuhi standar higienitas. MBG tidak hanya bergizi, tetapi juga aman bagi masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Dengan kerja sama lintas kementerian, lembaga, organisasi profesi, hingga masyarakat, Program MBG diyakini akan semakin memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia. Lebih dari sekadar program sosial, MBG menjadi simbol kepemimpinan yang berpihak pada generasi penerus bangsa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menegaskan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-39060","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39060","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39060"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39060\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39073,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39060\/revisions\/39073"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39060"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=39060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}