{"id":39064,"date":"2025-10-02T07:12:13","date_gmt":"2025-10-02T07:12:13","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=39064"},"modified":"2025-10-02T07:12:15","modified_gmt":"2025-10-02T07:12:15","slug":"pemerintah-tegaskan-energi-bersih-dan-gas-bumi-sebagai-penopang-swasembada-energi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/10\/02\/pemerintah-tegaskan-energi-bersih-dan-gas-bumi-sebagai-penopang-swasembada-energi\/","title":{"rendered":"Pemerintah Tegaskan Energi Bersih dan Gas Bumi sebagai Penopang Swasembada Energi"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah menegaskan komitmennya menjadikan energi bersih, khususnya gas bumi, sebagai penopang utama menuju swasembada energi nasional. Langkah ini sejalan dengan prioritas nasional yang menekankan kemandirian bangsa di bidang energi, pangan, air, hingga ekonomi hijau.<\/p>\n<p>Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Erika Retnowati, menilai gas bumi memiliki peran strategis dalam transisi energi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.<\/p>\n<p>\u201cGas bumi tidak hanya berperan sebagai energi transisi yang lebih bersih, tetapi juga menjadi penopang utama perekonomian nasional, mulai dari mendukung sektor industri, kelistrikan, hingga rumah tangga,\u201d ujar Erika<\/p>\n<p>Erika menekankan pentingnya sinergi antara BPH Migas, PGN, dan badan usaha terkait untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi (jargas).<\/p>\n<p>\u201cTata kelola hilir migas yang transparan dan efisien akan memperluas akses energi bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Anggota Komite BPH Migas, Wahyudi Anas, turut menyoroti pentingnya pengembangan jargas sebagai bagian dari transisi energi bersih. Ia menegaskan bahwa jargas tidak hanya mendukung efisiensi energi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi rumah tangga, pelanggan kecil, hingga sektor industri.<\/p>\n<p>\u201cKami mendorong agar pemanfaatan jaringan gas dengan sistem klaster compressed natural gas (CNG) bisa lebih efektif dan menjangkau masyarakat luas,\u201d kata Wahyudi.<\/p>\n<p>Sejalan dengan itu, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, menyampaikan bahwa gas bumi merupakan tulang punggung transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060. PGN, sebagai subholding gas Pertamina, telah mengoperasikan infrastruktur terintegrasi mencakup lebih dari 33 ribu kilometer jaringan pipa, fasilitas regasifikasi LNG, hingga stasiun pengisian bahan bakar gas.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap gas bumi dapat menjadi alternatif untuk mengurangi impor LPG, sejalan dengan arahan Presiden untuk mewujudkan swasembada energi,\u201d ucap Hery.<\/p>\n<p>Hery menambahkan, PGN terus memperluas jargas di berbagai daerah. Di Provinsi Banten misalnya, PGN telah membangun lebih dari 15 ribu jargas dari APBN dan 69 ribu jargas mandiri, yang kini melayani pelanggan rumah tangga, komersial, hingga industri. Ia menegaskan dukungan pemerintah melalui percepatan perizinan dan insentif keekonomian sangat diperlukan agar perluasan jargas berjalan optimal.<\/p>\n<p>Dengan dukungan penuh pemerintah, PGN, dan pemangku kepentingan, pemanfaatan gas bumi diharapkan menjadi kunci tercapainya swasembada energi sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di tengah transisi menuju energi bersih.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah menegaskan komitmennya menjadikan energi bersih, khususnya gas bumi, sebagai penopang utama menuju&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-39064","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39064","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39064"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39064\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39077,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39064\/revisions\/39077"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39064"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39064"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39064"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=39064"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}