{"id":39398,"date":"2025-10-11T16:11:09","date_gmt":"2025-10-11T16:11:09","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=39398"},"modified":"2025-10-11T16:11:11","modified_gmt":"2025-10-11T16:11:11","slug":"danantara-gerakkan-investasi-besar-untuk-kemandirian-energi-dan-transformasi-digital-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/10\/11\/danantara-gerakkan-investasi-besar-untuk-kemandirian-energi-dan-transformasi-digital-nasional\/","title":{"rendered":"Danantara Gerakkan Investasi Besar untuk Kemandirian Energi dan Transformasi Digital Nasional"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menegaskan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) kini fokus menyalurkan investasi besar-besaran ke sektor energi dan infrastruktur digital sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan ekonomi nasional. <\/p>\n<p>\u201cBulan ini adalah pertama kalinya kami mengerahkan modal. Dalam tiga bulan pertama saja, kami telah menginvestasikan hampir US$10 miliar,\u201d ujar Pandu.<\/p>\n<p>Langkah ini menjadi tahap awal dari komitmen investasi total senilai US$20 miliar, dengan US$10 miliar di antaranya mulai digulirkan pada Oktober 2025.<\/p>\n<p>Pandu menjelaskan bahwa sekitar 80 persen dari total dana investasi tahap pertama akan diarahkan ke proyek-proyek dalam negeri, sedangkan sisanya dialokasikan untuk kerja sama internasional yang bersifat strategis. <\/p>\n<p>Fokus utama Danantara saat ini mencakup ketahanan energi nasional, pengembangan energi terbarukan, ketahanan pangan, layanan keuangan, sektor kesehatan, perumahan rakyat, serta infrastruktur digital.<\/p>\n<p>Pandu menegaskan bahwa lembaga ini bukan hanya sekadar entitas investasi, tetapi juga katalis pertumbuhan ekonomi baru.<\/p>\n<p>\u201cKami ingin memastikan setiap investasi membawa dampak riil terhadap ekonomi, lapangan kerja, dan inovasi nasional,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Pandu, rata-rata nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang masih berkisar di angka US$1 miliar perlu ditingkatkan agar setara dengan negara lain seperti India yang mencapai US$10\u201311 miliar per hari.<\/p>\n<p>\u201cKami membutuhkan pasar publik yang sangat kuat agar pasar swasta dapat masuk karena pasar publik adalah tempat di mana Anda mendaur ulang modal tersebut,\u201d ujarnya menambahkan.<\/p>\n<p>Dalam jangka menengah, Danantara menargetkan investasi masif pada proyek ketahanan energi dan infrastruktur digital, dua sektor yang dianggap paling strategis dalam menghadapi dinamika ekonomi global. <\/p>\n<p>Infrastruktur digital menjadi prioritas karena berperan penting dalam memperluas akses ekonomi dan efisiensi lintas sektor, sementara investasi di bidang energi dinilai krusial untuk menjamin kemandirian dan stabilitas pasokan nasional.<\/p>\n<p>Pandu menilai, Indonesia memiliki daya tarik yang kuat bagi investor global berkat kombinasi antara pertumbuhan ekonomi stabil, inflasi rendah, dan bonus demografi yang besar. <\/p>\n<p>\u201cSalah satu dari sedikit tempat yang tidak hanya menawarkan imbal hasil yang tinggi, tetapi juga keamanan yang tinggi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menyebut, Danantara akan menjadi wadah penting bagi konsolidasi aset strategis nasional, sekaligus pintu masuk bagi investasi global yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cPasar publik yang kuat menjadi fondasi bagi investasi swasta. Kami ingin memastikan aliran modal tetap berputar dalam negeri dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,\u201d tutupnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menegaskan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-39398","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39398","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39398"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39398\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39410,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39398\/revisions\/39410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39398"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39398"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39398"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=39398"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}