{"id":39599,"date":"2025-10-16T02:19:22","date_gmt":"2025-10-16T02:19:22","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=39599"},"modified":"2025-10-16T02:19:50","modified_gmt":"2025-10-16T02:19:50","slug":"setahun-prabowo-gibran-energi-mandiri-pangan-berdaulat-rakyat-dapat-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/10\/16\/setahun-prabowo-gibran-energi-mandiri-pangan-berdaulat-rakyat-dapat-kerja\/","title":{"rendered":"Setahun Prabowo-Gibran : Energi Mandiri, Pangan Berdaulat, Rakyat Dapat Kerja"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melewati satu tahun kinerjanya dengan capaian signifikan di bidang energi, pangan, hingga penciptaan lapangan kerja. Pemerintah berhasil memperkuat ketahanan energi nasional, mempercepat hilirisasi pangan, serta membuka jutaan peluang kerja baru bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan dua capaian swasembada energi selama satu tahun pemerintahan. <\/p>\n<p>\u201cEnergi yang pertama di 2025, dari lifting kita yang cuma 580.000 barrel sekarang sudah mencapai 605.000 barrel,\u201d ujar Bahlil.<\/p>\n<p>\u201cYang kedua untuk transisi (energi) yang tadinya cuma 11 persen dari total energi baru terbarukan dari total listrik, sekarang sudah mencapai 15,5 persen,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, swasembada energi terealisasi secara bertahap karena sektor energi memerlukan waktu lebih panjang dibandingkan sektor lain. <\/p>\n<p>\u201cKalau pangan itu cukup ada duit, ada lahan, ada pupuk, tiga bulan ada hasil. Tetapi kalau energi, ada duit, ada teknologi, ada wilayah kerja, nanti tunggu tiga tahun baru lihat hasilnya. Syukur kalau ada,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan hilirisasi menjadi strategi utama pemerintah agar Indonesia tidak lagi mengekspor bahan mentah ke luar negeri.<\/p>\n<p> \u201cRencana kita hilirisasi. Hilirisasi merupakan strategi utama agar Indonesia tidak lagi mengekspor bahan mentah ke luar negeri, melainkan mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi,\u201d kata Amran.<\/p>\n<p>Amran mencontohkan potensi ekonomi dari hilirisasi kelapa yang besar. <\/p>\n<p>\u201cItu bisa menghasilkan Rp2.400 triliun. Katakanlah separuh saja, bisa menghasilkan Rp1.200 triliun,\u201d jelasnya<\/p>\n<p>Ia juga menyebut komoditas gambir, CPO, dan biofuel berpotensi memperkuat ketahanan energi nasional.<\/p>\n<p>Amran mengatakan pemerintah telah menggelontorkan dana Rp9,95 triliun untuk program penghiliran pertanian dengan luas 800 ribu hektare.<\/p>\n<p> \u201cProgram hilirisasi ini juga diarahkan untuk membuka lapangan kerja baru dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p> Program ini diperkirakan menyerap 1,6 juta tenaga kerja baru dalam dua tahun ke depan.<\/p>\n<p>Sinergi kebijakan energi, pangan, dan ketenagakerjaan tersebut menjadi pijakan utama pembangunan ekonomi berdaulat di tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melewati satu tahun&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-39599","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39599","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39599"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39599\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39619,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39599\/revisions\/39619"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39599"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39599"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39599"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=39599"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}