{"id":39940,"date":"2025-10-20T10:28:20","date_gmt":"2025-10-20T10:28:20","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=39940"},"modified":"2025-10-20T10:29:47","modified_gmt":"2025-10-20T10:29:47","slug":"kopdes-merah-putih-instrumen-setahun-pemerintahan-prabowo-gibran-perkuat-ekonomi-kerakyatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/10\/20\/kopdes-merah-putih-instrumen-setahun-pemerintahan-prabowo-gibran-perkuat-ekonomi-kerakyatan\/","title":{"rendered":"Kopdes Merah Putih, Instrumen Setahun Pemerintahan Prabowo\u2013Gibran Perkuat Ekonomi Kerakyatan"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Program Kopdes Merah Putih menjadi salah satu instrumen utama dalam keberlangsungan pemerintahan Prabowo\u2013Gibran dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tahun pertama masa kepemimpinan. <\/p>\n<p>Program ini dirancang untuk dapat semakin memberdayakan masyarakat di desa, kemudian juga mengatasi jeratan rentenir, memperpendek rantai distribusi, serta mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih sehat dan inklusif di tingkat akar rumput.<\/p>\n<p>Mengenai hal tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa sejatinya memang Kopdes Merah Putih dapat menumbuhkan perekonomian desa melalui salah satu fungsi koperasi, yakni sebagai penyalur utama produk dan kebutuhan masyarakat. <\/p>\n<p>\u201cTarget pertumbuhan ekonomi akan bisa tercapai di 8 persen, jika ada pertumbuhan ekonomi di desa-desa,\u201d ujarnya di Jakarta, Kamis (16\/10).<\/p>\n<p>Ferry menjelaskan bahwa melalui iplementasi Asta Cita ke-6 tentang Membangun dari Desa dan Dari Bawah, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus berupaya memperkuat pemerataan ekonomi dan memberantas kemiskinan. <\/p>\n<p>Ia menilai keberadaan middle man dan praktik rentenir menjadi hambatan besar dalam peningkatan kesejahteraan desa. <\/p>\n<p>\u201cInsya Allah dengan mulai operasionalisasi Kopdes Merah Putih pada Oktober ini, fungsi Kopdes bisa dieksekusi dengan sebaik-baiknya,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Pemerintah juga mempercepat pembentukan 80 ribu Kopdes Merah Putih melalui Inpres No. 9 Tahun 2025 dan Perpres tentang Satgas Percepatan Kopdes. <\/p>\n<p>Ferry menyebut masyarakat desa kini tidak lagi sekadar objek ekonomi, melainkan pelaku utama dengan kelembagaan usaha sendiri.<\/p>\n<p>Presiden ke-7 RI Joko Widodo memberikan catatan positif atas kinerja pemerintahan Prabowo, termasuk Kopdes Merah Putih. <\/p>\n<p>\u201cSaya melihat kebijakan-kebijakan dan gagasan-gagasan besar yang beliau kerjakan di awal-awal satu tahun pemerintahan Pak Prabowo ini saya lihat semuanya berjalan dengan baik,\u201d ujarnya. <\/p>\n<p>Jokowi menilai program Kopdes Merah Putih mendapat apresiasi luas dari masyarakat.<\/p>\n<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan, penguatan ekonomi desa berkontribusi terhadap stabilitas makroekonomi nasional. <\/p>\n<p>Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12% pada Triwulan II-2025 dengan inflasi terjaga di 2,65%. <\/p>\n<p>\u201cKita perbaiki pondasi ekonominya dengan serius, dengan betul-betul. Itu yang menimbulkan optimisme di ekonomi,\u201d tandas Purbaya.<\/p>\n<p>Dengan fondasi tersebut, Kopdes Merah Putih menjadi instrumen penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional yang dimulai dari desa. <\/p>\n<p>Program ini memperkuat basis ekonomi rakyat, memperluas lapangan kerja, dan mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Program Kopdes Merah Putih menjadi salah satu instrumen utama dalam keberlangsungan pemerintahan Prabowo\u2013Gibran&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-39940","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39940","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39940"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39940\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39957,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39940\/revisions\/39957"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39940"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39940"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39940"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=39940"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}