{"id":39941,"date":"2025-10-20T10:29:41","date_gmt":"2025-10-20T10:29:41","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=39941"},"modified":"2025-10-20T10:29:42","modified_gmt":"2025-10-20T10:29:42","slug":"kopdes-merah-putih-jadi-penggerak-revolusi-ekonomi-desa-dalam-satu-tahun-prabowo-gibran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/10\/20\/kopdes-merah-putih-jadi-penggerak-revolusi-ekonomi-desa-dalam-satu-tahun-prabowo-gibran\/","title":{"rendered":"Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Revolusi Ekonomi Desa dalam Satu Tahun Prabowo\u2013Gibran"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Pemerintah terus mempercepat revolusi ekonomi desa melalui program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang diluncurkan pada bulan Juli 2025 lalu. <\/p>\n<p>Dalam satu tahun pemerintahan Prabowo\u2013Gibran, program tersebut terus  berkembang pesat menjadi penggerak utama transformasi ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.<\/p>\n<p>Kopdes Merah Putih bertujuan membangun ekonomi kerakyatan, menekan kemiskinan ekstrem, serta memutus rantai pasok panjang yang selama ini merugikan petani dan pelaku usaha kecil. <\/p>\n<p>Program ini juga memperkuat UMKM melalui akses pembiayaan, pendampingan manajemen, digitalisasi usaha, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas di desa.<\/p>\n<p>Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut Kopdes Merah Putih berperan sebagai pengumpul utama hasil produksi masyarakat desa.<\/p>\n<p>\u201cFungsi dari Koperasi Desa\/Kelurahan (Kopdes\/Kel) Merah Putih adalah menjadi offtaker dari hasil produk masyarakat desa,\u201d ujar Ferry dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo\u2013Gibran di Jakarta.<\/p>\n<p>Ferry menjelaskan, jika desa menghasilkan tanaman pangan, maka koperasi akan dilengkapi fasilitas pengering.<\/p>\n<p>Jika produknya berupa sayuran atau buah-buahan, maka koperasi memiliki fasilitas control atmosphere storage sebagai pengatur suhu. <\/p>\n<p>\u201cKopdes Merah Putih nanti akan berfungsi untuk melengkapi fasilitas pengering-pengering supaya harga gabah kering panen petani di Indonesia itu bisa sesuai dengan kualitasnya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Selain sektor pangan, pemerintah memperkuat koperasi melalui pembangunan gerai dan gudang sejak 15 Oktober 2025. <\/p>\n<p>Setiap Kopdes diwajibkan memiliki tujuh gerai usaha, termasuk sembako, apotek desa, klinik desa, simpan pinjam, serta unit logistik.<\/p>\n<p>Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyampaikan kebijakan baru terkait pemanfaatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai jaminan pembiayaan koperasi.<\/p>\n<p>\u201cMaka tidak ada alasan lagi buat kepala lembaga keuangan untuk tidak menerima hak kekayaan intelektual itu menjadi collateral,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cSaya mohon dengan sangat, ini bisa dimanfaatkan oleh teman-teman Kopdes Merah Putih,\u201d tegas Supratman.<\/p>\n<p>Presiden ke-7 RI Joko Widodo turut memberikan catatan positif terhadap program tersebut.<\/p>\n<p>\u201cEvaluasinya baik yang berkaitan dengan Sekolah Rakyat, baik yang berkaitan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG), baik yang berkaitan dengan Kopdes Merah Putih, saya kira kita melihat berjalan dengan baik. Dan itu diapresiasi oleh masyarakat,\u201d ujar Jokowi.<\/p>\n<p>Dengan dukungan lintas kementerian, TNI, dan perbankan, Kopdes Merah Putih menjadi simbol revolusi ekonomi desa yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi nasional. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Pemerintah terus mempercepat revolusi ekonomi desa melalui program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-39941","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39941","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39941"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39941\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39971,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39941\/revisions\/39971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39941"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39941"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39941"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=39941"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}