{"id":40095,"date":"2025-10-24T09:52:47","date_gmt":"2025-10-24T09:52:47","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=40095"},"modified":"2025-10-24T09:52:58","modified_gmt":"2025-10-24T09:52:58","slug":"peringatan-hari-sumpah-pemuda-generasi-muda-didorong-jadi-pelopor-kondusivitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/10\/24\/peringatan-hari-sumpah-pemuda-generasi-muda-didorong-jadi-pelopor-kondusivitas\/","title":{"rendered":"Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Generasi Muda Didorong Jadi Pelopor Kondusivitas"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u201a\u00c4\u00ee Memperingati Hari Sumpah Pemuda 2025, berbagai pihak menyerukan generasi muda sebagai pelopor kondusivitas di tengah dinamika sosial dan tantangan digital. <\/p>\n<p>Seruan tersebut menegaskan semangat persatuan yang diikrarkan 28 Oktober 1928 yang kini harus diwujudkan melalui sikap toleran, tangguh, dan adaptif menjaga harmoni bangsa.<\/p>\n<p>Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Dr. Ali Hanapiah, M.Si, menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai garda depan penjaga stabilitas nasional. <\/p>\n<p>\u201a\u00c4\u00faKami mendukung langkah-langkah Polri yang dianggap perlu untuk menjaga keamanan dan keutuhan bangsa, sejalan dengan arahan Presiden dalam menangani situasi saat ini,\u201a\u00c4\u00f9 ujarnya. <\/p>\n<p>Ia mengajak seluruh pemuda Indonesia menjadikan Hari Sumpah Pemuda momentum memperkuat persatuan.<\/p>\n<p>\u201a\u00c4\u00faMari wujudkan semangat persatuan demi bangsa dan negara yang dicintai. Sebagai pemuda, memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga harmoni dan mencegah perpecahan,\u201a\u00c4\u00f9 tegasnya.<\/p>\n<p>Ali Hanapiah menambahkan, KNPI berkomitmen mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menginstruksikan seluruh DPD KNPI se-Indonesia untuk menjadi pelopor kondusivitas di setiap daerah. <\/p>\n<p>\u201a\u00c4\u00faPemuda harus menolak segala upaya yang ingin memecah belah rakyat dan aparat. Bersama, wujudkan Indonesia yang maju, aman, dan sejahtera, bukan kembali ke masa sulit,\u201a\u00c4\u00f9 katanya.<\/p>\n<p>Dari Semarang, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan dalam menjaga stabilitas sosial. <\/p>\n<p>Ia menyebut, kondusivitas daerah berpengaruh langsung terhadap investasi dan pertumbuhan ekonomi. <\/p>\n<p>\u201a\u00c4\u00faOrmas pemuda memiliki peran strategis dalam menjaga suasana kondusif dan membantu pemerintah menurunkan angka kemiskinan ekstrem,\u201a\u00c4\u00f9 ujarnya. <\/p>\n<p>Pihaknya akan terus melibatkan organisasi kepemudaan dalam perumusan kebijakan sosial dan ekonomi daerah.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah, Abdul Ghofar Ismail, menegaskan kesiapan organisasinya untuk bersinergi dengan pemerintah daerah. <\/p>\n<p>\u201a\u00c4\u00faKami siap menjadi mitra strategis, mitra kritis, dan mitra sinergis. Pemuda Muhammadiyah berkomitmen aktif menekan angka kemiskinan melalui kegiatan sosial yang dimulai dari lingkungan terdekat,\u201a\u00c4\u00f9 ungkapnya. <\/p>\n<p>Ia juga berharap para kader muda terus berkembang dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>Momentum Sumpah Pemuda tahun 2025 menjadi pengingat bahwa menjaga kondusivitas adalah bentuk nyata pengamalan semangat persatuan. <\/p>\n<p>Dengan semangat kolaborasi dan tanggung jawab sosial, generasi muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak terciptanya Indonesia yang aman, harmonis, dan berdaya saing tinggi. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u201a\u00c4\u00ee Memperingati Hari Sumpah Pemuda 2025, berbagai pihak menyerukan generasi muda sebagai pelopor kondusivitas&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-40095","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40095","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40095"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40095\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40111,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40095\/revisions\/40111"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40095"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40095"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40095"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=40095"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}