{"id":40520,"date":"2025-11-03T18:40:26","date_gmt":"2025-11-03T18:40:26","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=40520"},"modified":"2025-11-03T18:40:27","modified_gmt":"2025-11-03T18:40:27","slug":"tokoh-adat-papua-dukung-penuh-pembangunan-pemerintah-prabowo-gibran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/11\/03\/tokoh-adat-papua-dukung-penuh-pembangunan-pemerintah-prabowo-gibran\/","title":{"rendered":"Tokoh Adat Papua Dukung Penuh Pembangunan Pemerintah Prabowo-Gibran"},"content":{"rendered":"<p>Jayapura \u2013 Dukungan terhadap berbagai program pembangunan Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menguat di Tanah Papua. Salah satu tokoh adat yang menyuarakan dukungan tersebut adalah Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Moi, Nikodemus Yaboisembut, dalam kegiatan Tatap Muka dan Bhakti Sosial bersama masyarakat adat di Kampung Sabron Yaru, Kabupaten Jayapura, Minggu (2\/11\/2025).<\/p>\n<p>\u201cKami masyarakat adat sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Beliau menunjukkan kepedulian dan perhatian yang besar terhadap masyarakat adat. Ini bukti bahwa negara hadir untuk semua,\u201d ujar Nikodemus Yaboisembut.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa berbagai langkah pembangunan yang dilakukan Pemerintah saat ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat adat di Papua. Menurutnya, program-program seperti bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi lokal menunjukkan arah kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat asli.<\/p>\n<p>Kepedulian terhadap masyarakat adat, lanjutnya, mencerminkan komitmen Pemerintah untuk menjaga kelestarian budaya sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat Papua. Nikodemus menilai, pendekatan pembangunan yang inklusif dan humanis mampu memperkuat rasa memiliki terhadap program nasional serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan yang berkeadilan.<\/p>\n<p>\u201cSebagai pemimpin adat, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, mendukung program Pemerintah, dan bersama-sama membangun Papua menuju kesejahteraan,\u201d tegas Nikodemus.<\/p>\n<p>Ia juga berharap perhatian Pemerintah terhadap masyarakat adat dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan di seluruh wilayah adat. Dalam pandangannya, keberlanjutan program akan menjadi kunci dalam menghapus kesenjangan pembangunan antara daerah.<\/p>\n<p>\u201cKalau bisa tiga bulan sekali ada kegiatan seperti ini agar masyarakat benar-benar merasakan sentuhan pembangunan dari Pemerintah Pusat,\u201d tambah Nikodemus.<\/p>\n<p>Sementara itu, warga Kampung Sabron Yaru, Hengky, turut menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah atas penyaluran bantuan sembako yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, perhatian Pemerintah terhadap kebutuhan dasar warga menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan kesejahteraan di daerah pedalaman.<\/p>\n<p>\u201cProgram ini sangat baik. Kami salut dengan perhatian Pemerintah Pusat yang turun langsung menyentuh masyarakat kecil,\u201d pungkas Hengky.<\/p>\n<p>Bantuan sembako yang disalurkan meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, daun teh, dan tepung terigu. Kegiatan serupa juga dilaksanakan di sejumlah kampung lain di Kabupaten Jayapura sebagai bentuk kepedulian Pemerintah terhadap masyarakat adat di Tanah Papua.<\/p>\n<p>Dukungan masyarakat adat ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan yang dijalankan oleh Pemerintah Prabowo-Gibran diterima dengan baik di akar rumput. Pembangunan yang berpihak pada masyarakat adat diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi Papua untuk tumbuh sebagai wilayah yang maju, sejahtera, dan berdaya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jayapura \u2013 Dukungan terhadap berbagai program pembangunan Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40525,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-40520","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40520","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40520"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40520\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40526,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40520\/revisions\/40526"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40525"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40520"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40520"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40520"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=40520"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}