{"id":40664,"date":"2025-11-07T00:47:36","date_gmt":"2025-11-07T00:47:36","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=40664"},"modified":"2025-11-07T00:47:37","modified_gmt":"2025-11-07T00:47:37","slug":"menimbang-jasa-soeharto-dukungan-gelar-pahlawan-nasional-menguat-jelang-hari-pahlawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/11\/07\/menimbang-jasa-soeharto-dukungan-gelar-pahlawan-nasional-menguat-jelang-hari-pahlawan\/","title":{"rendered":"Menimbang Jasa Soeharto: Dukungan Gelar Pahlawan Nasional Menguat Jelang Hari Pahlawan"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2014 Menjelang peringatan Hari Pahlawan, berbagai tokoh nasional dari kalangan ulama, akademisi, dan politisi sepakat bahwa Presiden ke-2 RI, Soeharto, layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Mereka menilai jasa dan pengabdian Soeharto terhadap bangsa Indonesia patut dihargai sebagai bagian dari perjalanan panjang sejarah kemerdekaan dan pembangunan nasional.<\/p>\n<p>Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, menyatakan bahwa setiap mantan presiden yang telah wafat layak diangkat sebagai pahlawan nasional karena telah berjuang dan berkorban demi bangsa.<\/p>\n<p>\u201cSetiap mantan presiden yang telah tiada layak diangkat sebagai pahlawan nasional. Mereka telah berjuang dan berkorban saat memimpin negeri,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Asrorun juga mengajak masyarakat untuk tidak menyimpan dendam terhadap para pemimpin masa lalu.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada manusia yang sempurna. Sudah sepatutnya kita mengenang jasa, bukan mengungkit kekurangan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Senada, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menegaskan bahwa Soeharto adalah sosok penting dalam sejarah Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cSoeharto layak memperoleh penghargaan atas pengabdian dan kontribusinya, baik saat masa perjuangan maupun kepemimpinan nasional,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa Soeharto ikut berjuang dalam perang gerilya dan berperan penting dalam Serangan Umum 1 Maret 1949, yang menjadi tonggak pengakuan kedaulatan Indonesia di mata dunia.<\/p>\n<p>Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, turut menegaskan bahwa tudingan terhadap Soeharto terkait peristiwa 1965\u20131966 tidak pernah terbukti secara hukum.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada bukti yang menunjukkan Soeharto terlibat dalam peristiwa genosida. Tuduhan itu tidak pernah didukung fakta sejarah yang valid,\u201d kata Fadli.<\/p>\n<p>Dari kalangan politik, Ketua DPP Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago, menilai masa kepemimpinan Soeharto membawa stabilitas bagi bangsa.<\/p>\n<p>\u201cDi masa beliau, Indonesia aman dan politik relatif tenang. Kita juga pernah mencapai swasembada pangan di era beliau,\u201d ujar Irma.<\/p>\n<p>Dukungan juga datang dari kalangan akademisi. Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof. Marsuki, menyebut masa kepemimpinan Soeharto selama lebih dari 30 tahun penuh dengan pencapaian pembangunan.<\/p>\n<p>\u201cDengan berbagai pembangunan yang dilakukan, beliau sangat layak mendapatkan gelar pahlawan nasional,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa organisasinya mendukung penuh pemberian gelar tersebut. \u201cMuhammadiyah intinya mendukung penuh pemberian gelar pahlawan kepada Pak Harto,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Para tokoh juga sepakat bahwa menjelang Hari Pahlawan, masyarakat diajak untuk meneladani semangat perjuangan para pendiri bangsa dengan menjaga persatuan dan kedamaian.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2014 Menjelang peringatan Hari Pahlawan, berbagai tokoh nasional dari kalangan ulama, akademisi, dan politisi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-40664","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40664","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40664"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40664\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40665,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40664\/revisions\/40665"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40664"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40664"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40664"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=40664"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}