{"id":40753,"date":"2025-11-08T12:15:14","date_gmt":"2025-11-08T12:15:14","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=40753"},"modified":"2025-11-08T12:15:28","modified_gmt":"2025-11-08T12:15:28","slug":"semarak-hari-pahlawan-dukungan-penganugerahan-gelar-pahlawan-nasional-untuk-soeharto-kian-meluas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/11\/08\/semarak-hari-pahlawan-dukungan-penganugerahan-gelar-pahlawan-nasional-untuk-soeharto-kian-meluas\/","title":{"rendered":"Semarak Hari Pahlawan, Dukungan Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Untuk Soeharto Kian Meluas"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u201a\u00c4\u00ee Dukungan terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, terus menguat dari berbagai lapisan masyarakat dan tokoh bangsa. Banyak kalangan menilai, Soeharto layak menyandang gelar tersebut atas jasa-jasanya yang besar dalam menjaga stabilitas nasional, membangun ekonomi, serta meletakkan dasar pembangunan yang masih dirasakan hingga kini.<\/p>\n<p>Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan tidak ada halangan bagi pemerintah untuk memberikan gelar kehormatan kepada Soeharto. Menurutnya, MPR telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden sebagai bentuk dukungan moral dan kelembagaan.<\/p>\n<p>\u201a\u00c4\u00faMPR telah menulis surat menyatakan bahwa kami mempersilakan kepada Presiden, dalam hal ini pemerintah, untuk memberi penghargaan kepada mantan Presiden Soeharto. Beliau telah menyelesaikan seluruh proses hukum, baik pidana maupun perdata,\u201a\u00c4\u00f9 ujar Muzani.<\/p>\n<p>Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi meminta masyarakat menyikapi dinamika yang muncul dengan bijaksana. Ia memastikan bahwa seluruh tahapan dan mekanisme pemberian gelar pahlawan nasional telah mengikuti prosedur resmi.<\/p>\n<p>\u201a\u00c4\u00faMasyarakat diharapkan arif dalam menyikapi pro dan kontra. Proses penetapan gelar telah melalui prosedur sesuai ketentuan yang berlaku,\u201a\u00c4\u00f9 tegas Prasetyo.<\/p>\n<p>Dukungan juga datang dari kalangan akademisi dan tokoh agama. Ketua Komisi Fatwa Universitas Indonesia, Asrorun Ni\u201a\u00c4\u00f4am Sholeh, menilai penghargaan terhadap Soeharto merupakan bagian dari etos keagamaan dan kebangsaan.<\/p>\n<p>\u201a\u00c4\u00faPenghargaan kepada pemimpin yang telah wafat bukan semata urusan politik, melainkan cerminan etos keagamaan dan kebangsaan untuk menghormati jasa dan kebaikan yang telah diwariskan bagi bangsa,\u201a\u00c4\u00f9 jelas Asrorun.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai kiprah Soeharto dalam memulihkan dan meningkatkan ekonomi nasional tidak bisa dipungkiri.<\/p>\n<p>\u201a\u00c4\u00faSoeharto telah berhasil memulihkan perekonomian Indonesia dan membawa peningkatan yang signifikan, terutama setelah masa-masa sulit pascakemerdekaan,\u201a\u00c4\u00f9 ujarnya.<\/p>\n<p>Pendapat senada disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, yang menilai keberhasilan Soeharto menjaga stabilitas ekonomi makro menjadi salah satu dasar kuat pemberian gelar tersebut.<\/p>\n<p>\u201a\u00c4\u00faSelama 32 tahun kepemimpinannya, Soeharto mampu menjaga stabilitas ekonomi dan politik. Itu adalah pencapaian yang besar dalam sejarah bangsa,\u201a\u00c4\u00f9 kata Dave.<\/p>\n<p>Dukungan akademik turut datang dari Yusup Rahman Hakim, Peneliti sekaligus Wakil Direktur Intelligence and National Security Studies (INSS).<\/p>\n<p>\u201a\u00c4\u00faKebijakan Soeharto memberi dampak besar bagi penguatan kapasitas negara, terutama dalam pendidikan dasar, administrasi pemerintahan, dan ketahanan pangan. Jika pahlawan diukur dari dampaknya, Soeharto layak mendapat gelar itu,\u201a\u00c4\u00f9 ujarnya.<\/p>\n<p>Suara dari kalangan muda juga tak kalah lantang. Muhammad Yunus, Ketua Pemuda Sumut sekaligus Wakatun Pemuda Pancasila, yang menyebut Soeharto sebagai figur pembangun yang meletakkan fondasi kemajuan bangsa.<\/p>\n<p>\u201a\u00c4\u00faSelama lebih dari tiga dekade, Soeharto memimpin Indonesia dalam masa sulit dan berhasil mengarahkan bangsa menuju stabilitas. Beliau meletakkan dasar pembangunan nasional \u201a\u00c4\u00ee dari swasembada pangan, pembangunan ribuan sekolah dan rumah sakit, hingga pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen selama dua dekade,\u201a\u00c4\u00f9 kata Yunus.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, sikap tegas Soeharto pasca G30S\/PKI menunjukkan komitmennya dalam menjaga ideologi bangsa.<\/p>\n<p>\u201a\u00c4\u00faBeliau mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan negara dari ancaman komunisme. Itu bentuk nyata pengabdian seorang patriot,\u201a\u00c4\u00f9 pungkas Yunus.<\/p>\n<p>Berbagai pandangan ini menunjukkan bahwa penghargaan terhadap Soeharto bukan sekadar urusan masa lalu, melainkan refleksi kedewasaan bangsa dalam menghargai jasa tokohnya. Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dinilai akan menjadi simbol rekonsiliasi sejarah dan semangat kebangsaan yang menghormati kontribusi nyata bagi Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u201a\u00c4\u00ee Dukungan terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, terus&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-40753","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40753","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40753"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40753\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40771,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40753\/revisions\/40771"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40753"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40753"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40753"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=40753"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}