{"id":40849,"date":"2025-11-09T11:44:45","date_gmt":"2025-11-09T11:44:45","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=40849"},"modified":"2025-11-09T11:44:57","modified_gmt":"2025-11-09T11:44:57","slug":"pemerintah-dan-masyarakat-bergerak-bersama-jaga-persatuan-di-momentum-hari-pahlawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/11\/09\/pemerintah-dan-masyarakat-bergerak-bersama-jaga-persatuan-di-momentum-hari-pahlawan\/","title":{"rendered":"Pemerintah dan Masyarakat Bergerak Bersama Jaga Persatuan di Momentum Hari Pahlawan"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Pemerintah bersama masyarakat terus menunjukkan komitmen menjaga persatuan nasional dan memperkuat nilai kebangsaan menjelang Peringatan Hari Pahlawan 10 November. Momentum ini dimaknai sebagai saat untuk kembali meneguhkan semangat perjuangan, gotong royong, dan kepedulian antarsesama sebagai ciri utama bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya meneladani tiga nilai utama para pahlawan yang tetap relevan di masa kini, yaitu kesabaran, pengabdian tanpa pamrih, dan pandangan jauh ke depan. Menurutnya, nilai tersebut menjadi fondasi bagi masyarakat untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah perubahan zaman.<\/p>\n<p>\u201cKesabaran dan keteguhan para pahlawan adalah pelajaran berharga bagi kita. Mereka sabar menuntut ilmu, sabar menghadapi perbedaan, dan sabar menunggu momentum perjuangan,\u201d ujar Saifullah. Ia menambahkan, para pahlawan tidak pernah berjuang untuk kepentingan pribadi, melainkan kembali mengabdi kepada rakyat setelah kemerdekaan diraih.<\/p>\n<p>Saifullah juga menilai, pengabdian tanpa pamrih adalah warisan penting yang harus terus dihidupkan agar generasi kini tidak terjebak pada sikap mementingkan diri sendiri. \u201cPara pahlawan berjuang bukan untuk dirinya, tetapi untuk generasi yang belum mereka kenal. Itulah keagungan sejati,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Dalam momentum Hari Pahlawan tahun ini, pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kejujuran, solidaritas, serta rasa cinta terhadap Tanah Air. Spirit kepahlawanan diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk kepedulian sosial, semangat kerja keras, dan komitmen membangun negeri.<\/p>\n<p>Senada dengan itu, Persatuan Purnawirawan Polri menegaskan bahwa Hari Pahlawan menjadi pengingat bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian tidak boleh luntur. Ketua PP Polri Daerah Metro Jaya, Irjen Pol (P) Mudji Waluyo, menyampaikan bahwa semangat membantu sesama adalah perwujudan nyata dari perjuangan para pahlawan. \u201cHari Pahlawan bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi terus menebar nilai pengabdian dan saling peduli,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Di Palangka Raya, Pemerintah Kota menegaskan bahwa pahlawan masa kini adalah mereka yang bekerja untuk kemajuan bangsa lewat inovasi dan kontribusi sosial. Pj Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menyatakan bahwa persatuan dan solidaritas adalah kunci menghadapi tantangan modern. \u201cMari kita tanamkan semangat kepahlawanan dalam setiap langkah, mulai dari hal kecil, demi kemaslahatan masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dengan pesan bersama ini, pemerintah menegaskan bahwa menjaga persatuan bangsa adalah bagian dari melanjutkan perjuangan para pahlawan. Hari Pahlawan menjadi momentum untuk bergerak bersama, memperkuat rasa kebangsaan, dan memastikan Indonesia terus melangkah maju dalam semangat persatuan dan pengabdian.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Pemerintah bersama masyarakat terus menunjukkan komitmen menjaga persatuan nasional dan memperkuat nilai kebangsaan menjelang Peringatan Hari Pahlawan 10 November. Momentum ini dimaknai sebagai saat untuk kembali meneguhkan semangat perjuangan, gotong royong, dan kepedulian antarsesama sebagai ciri utama bangsa Indonesia. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya meneladani tiga nilai utama para pahlawan yang tetap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-40849","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40849","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40849"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40849\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40865,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40849\/revisions\/40865"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40849"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40849"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40849"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}