{"id":40892,"date":"2025-11-09T18:30:17","date_gmt":"2025-11-09T18:30:17","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=40892"},"modified":"2025-11-09T18:31:03","modified_gmt":"2025-11-09T18:31:03","slug":"tokoh-muhammadiyah-dan-nu-soeharto-gus-dur-pahlawan-keteladanan-pemimpin-bangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/11\/09\/tokoh-muhammadiyah-dan-nu-soeharto-gus-dur-pahlawan-keteladanan-pemimpin-bangsa\/","title":{"rendered":"Tokoh Muhammadiyah dan NU: Soeharto &amp; Gus Dur Pahlawan Keteladanan Pemimpin Bangsa"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2014 Berbagai kalangan menyampaikan apresiasi atas sikap matang pemerintah dan kedewasaan bangsa Indonesia dalam menghormati jasa para pemimpin. Dalam dialog bertajuk \u201cBangsa Besar Menghormati Jasa Pemimpin dan Pahlawannya\u201d di Kompas TV, para tokoh lintas ormas dan akademisi sepakat bahwa penghargaan tersebut merupakan momentum memperkuat rekonsiliasi, keteladanan, dan semangat membangun generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.<\/p>\n<p>Dr. Makroen Sanjaya, Pimpinan Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, menilai ketokohan Soeharto sudah sepatutnya dilihat secara utuh, bukan sepotong-sepotong.<\/p>\n<p>\u201cMuhammadiyah sudah mengkaji dari ketokohan beliau sebagai Presiden ke-2, kita menilai sosok secara komprehensif. Setelah kita teliti, sejak zaman revolusi kemerdekaan beliau sudah memberikan kontribusi besar bagi bangsa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Makroen menambahkan, rekam sejarah Soeharto menunjukkan peran penting sejak masa perang kemerdekaan hingga periode pembangunan nasional.<\/p>\n<p>\u201cSejarah mencatat, tahun 1946 Pak Harto ikut menanggulangi kudeta kelompok kiri, lalu memimpin Serangan Umum 1 Maret, hingga menjadi tokoh utama yang menuntaskan persoalan tersebut. Dunia mengakui kiprah beliau saat Indonesia mencapai swasembada pangan yang diakui FAO,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan agar bangsa ini mampu meneladani filosofi Jawa \u2018mikul ndhuwur, mendhem njero\u2019 \u2014 menghormati jasa tanpa terjebak pada kesalahan masa lalu.<\/p>\n<p>\u201cKalau kita sebagai bangsa hanya mencari-cari kesalahan masa lalu, tentu tidak akan maju ke depan. Sejarah itu seperti kaca spion, perlu dilihat untuk pembelajaran, tapi pandangan utama tetap ke depan,\u201d tegas Makroen.<\/p>\n<p>Dalam pandangannya, pahlawan adalah sosok yang berkorban dan memberi teladan prestasi bagi bangsa.<\/p>\n<p>\u201cKesediaan berkorban dan pencapaian prestasi adalah dua hal yang harus menjadi ukuran kepahlawanan. Generasi muda harus belajar dari nilai itu \u2014 berani berkorban dan berprestasi nyata, bukan sekadar bicara,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Senada, KH Arif Fahrudin, Wakil Sekjen MUI dan tokoh Nahdlatul Ulama, menilai penghargaan terhadap tokoh seperti Soeharto dan Gus Dur adalah bentuk penghormatan terhadap dua figur berbeda zaman namun sejiwa dalam pengabdian.<\/p>\n<p>\u201cPahlawan itu mereka yang berjasa dan rela berkorban demi bangsa. Dua sosok ini menggambarkan dua situasi berbeda, tapi dalam satu frame yang sama. Pak Harto berkontribusi sejak revolusi kemerdekaan hingga masa pembangunan, sementara Gus Dur berjasa besar dalam penguatan nilai keagamaan, pesantren, dan pluralitas bangsa,\u201d ujar Arif.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, bangsa besar adalah bangsa yang pandai bersyukur atas perjuangan para pendahulunya.<\/p>\n<p>\u201cKalau generasi muda tidak pandai menghargai jasa para pahlawan, maka mereka juga tidak akan pandai bersyukur atas nikmat kemerdekaan ini. Padahal dari negara inilah kita hidup, bernafas, dan berpengharapan,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, penghargaan kepada para pemimpin seperti Soeharto dan Gus Dur menjadi cermin kedewasaan bangsa dalam menatap masa depan tanpa melupakan sejarah.<\/p>\n<p>\u201cDalam setiap era ada tokohnya, dan setiap tokoh punya eranya. Tugas kita sekarang adalah mentransmisikan capaian kebaikan mereka untuk generasi masa kini dan mendatang,\u201d kata Arif.<\/p>\n<p>Keduanya mengusung pesan kuat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pemimpinnya, meneladani nilai pengorbanan, dan terus menyalakan semangat kepahlawanan di hati generasi muda Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2014 Berbagai kalangan menyampaikan apresiasi atas sikap matang pemerintah dan kedewasaan bangsa Indonesia dalam&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-40892","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40892","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40892"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40892\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40905,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40892\/revisions\/40905"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40892"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=40892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}