{"id":40988,"date":"2025-11-11T01:17:08","date_gmt":"2025-11-11T01:17:08","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=40988"},"modified":"2025-11-11T01:17:08","modified_gmt":"2025-11-11T01:17:08","slug":"soeharto-resmi-ditetapkan-sebagai-pahlawan-nasional-bentuk-apresiasi-sebagai-bapak-pembangunan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/11\/11\/soeharto-resmi-ditetapkan-sebagai-pahlawan-nasional-bentuk-apresiasi-sebagai-bapak-pembangunan\/","title":{"rendered":"Soeharto Resmi Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, Bentuk Apresiasi Sebagai Bapak Pembangunan"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (10\/11\/2025). Penganugerahan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116\/TK Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Soeharto menjadi satu dari sepuluh tokoh yang mendapatkan gelar tersebut tahun ini.<\/p>\n<p>Presiden Prabowo dalam arahannya menyebut bahwa pemberian gelar kepada Soeharto merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi bangsa terhadap jasa besar beliau dalam membangun fondasi Indonesia modern. \u201cNegara ini berdiri kokoh karena perjuangan banyak tokoh besar, dan Pak Harto adalah salah satunya. Kita menghormati jasa-jasa beliau dalam menjaga stabilitas dan pembangunan nasional,\u201d ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.<\/p>\n<p>Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keputusan Presiden didasarkan pada pertimbangan yang matang dan penilaian objektif terhadap kiprah Soeharto sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga masa kepemimpinannya sebagai presiden. \u201cBapak Presiden memberikan gelar ini sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh pendahulu yang memiliki peran penting dalam sejarah bangsa. Soeharto adalah sosok yang berjasa besar, terutama dalam menjaga keutuhan NKRI dan mendorong kemajuan ekonomi nasional,\u201d kata Prasetyo di Istana Negara.<\/p>\n<p>Dukungan terhadap penetapan gelar ini juga datang dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menilai keputusan pemerintah sangat tepat dan layak diberikan. \u201cSaya sungguh dari lubuk hati yang dalam dan juga pikiran, bahwa penetapan Presiden Soeharto sebagai pahlawan nasional adalah sangat-sangat tepat, walaupun terlambat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Din menambahkan, Soeharto merupakan pemimpin yang memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan bangsa. \u201cSelama 30 tahun kepemimpinan beliau, saya tahu pasti beliau adalah seorang pemimpin yang mempunyai komitmen untuk membangun bangsa dan negara,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Anak sulung Soeharto, Siti Hardijanti Hastuti Rukmana atau Tutut Soeharto, menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo dan seluruh masyarakat Indonesia atas penghargaan yang diberikan kepada ayahandanya. \u201cKami tadi sampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden dan masyarakat Indonesia, kepada seluruh yang telah mendukung,\u201d ujar Tutut seusai upacara penganugerahan.<\/p>\n<p>Upacara penetapan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto berjalan dengan khidmat dan kondusif. Seluruh rangkaian acara di Istana Negara berlangsung tertib, mencerminkan semangat penghormatan bangsa terhadap tokoh yang berjasa besar bagi Indonesia. Penetapan ini menjadi simbol bahwa bangsa Indonesia tidak melupakan jasa para pemimpinnya dalam mengantarkan negeri menuju kemajuan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-40988","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40988","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40988"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40988\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40989,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40988\/revisions\/40989"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40988"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40988"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40988"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=40988"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}