{"id":41101,"date":"2025-11-13T06:00:49","date_gmt":"2025-11-13T06:00:49","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=41101"},"modified":"2025-11-13T06:00:50","modified_gmt":"2025-11-13T06:00:50","slug":"penetapan-gelar-pahlawan-soeharto-penghargaan-berdasarkan-fakta-dan-kontribusi-nyata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/11\/13\/penetapan-gelar-pahlawan-soeharto-penghargaan-berdasarkan-fakta-dan-kontribusi-nyata\/","title":{"rendered":"Penetapan Gelar Pahlawan Soeharto: Penghargaan Berdasarkan Fakta dan Kontribusi Nyata"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Pemerintah Republik Indonesia resmi menetapkan Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar H.M. Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 116\/TK\/Tahun 2025.<br \/>\nPenetapan tersebut menjadi wujud penghargaan negara atas jasa besar Soeharto dalam mempertahankan ideologi Pancasila, menegakkan stabilitas nasional, serta membangun fondasi ekonomi Indonesia modern.<br \/>\nPolitikus senior Partai Golkar, Firman Soebagyo, menyampaikan apresiasi atas keputusan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya sebagai langkah bersejarah dan berkeadilan.<br \/>\n\u201cIni menjadi kabar yang menggembirakan tidak hanya bagi Partai Golkar, tetapi juga bagi masyarakat luas. Penetapan Bapak Soeharto sebagai Pahlawan Nasional menegaskan kepada kita semua spirit pembangunan serta nasionalisme sebagai sebuah bangsa,\u201d ujarnya.<br \/>\nFirman menilai keputusan tersebut mencerminkan kedewasaan politik bangsa dalam menempatkan sejarah secara proporsional.<br \/>\n\u201cPenetapan ini bukan semata keputusan politik, melainkan bentuk penghormatan terhadap jasa seorang pemimpin bangsa yang telah bekerja tanpa lelah membangun Indonesia,\u201d tegasnya.<br \/>\nSementara itu, Wakil Sekretaris Balitbang DPP Partai Golkar, Leriadi, menilai penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional mencerminkan komitmen negara untuk berlaku adil terhadap sejarah.<br \/>\nIa menegaskan bahwa sejatinya Soeharto bukan hanya sosok tokoh militer saja, melainkan juga orang yang berada di balik kebangkitan bangsa setelah terjadinya kekacauan politik dan ekonomi.<br \/>\n\u201cPresiden Soeharto bukan hanya tokoh militer, tetapi juga arsitek kebangkitan nasional pasca kekacauan politik dan ekonomi,\u201d katanya.<br \/>\nMenurutnya, kepemimpinan Soeharto berhasil menata kembali sistem pemerintahan dan ekonomi nasional, sekaligus mengembalikan Indonesia kepada Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.<br \/>\nDari sektor pertanian, dukungan datang dari Ketua Umum Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo), Irfan Ahmad Fauzi.<br \/>\nIa menilai Soeharto sebagai pemimpin yang berjasa besar terhadap kesejahteraan petani melalui program-program seperti Perkebunan Inti Rakyat (PIR) dan pembangunan infrastruktur pedesaan.<br \/>\n\u201cPembangunan jalan produksi, irigasi, dan jaringan distribusi pada masa beliau telah meningkatkan taraf hidup jutaan petani dan memperkuat ekonomi desa,\u201d ujar Irfan.<br \/>\nPenetapan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dipandang banyak kalangan sebagai pengakuan atas kontribusi nyata dan warisan pembangunan yang masih dirasakan hingga kini\u2014sebuah penghargaan yang menempatkan sejarah bangsa secara utuh dan berkeadilan. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Pemerintah Republik Indonesia resmi menetapkan Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar H.M. Soeharto, sebagai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-41101","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41101"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41101\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41110,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41101\/revisions\/41110"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41101"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=41101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}