{"id":41310,"date":"2025-11-17T14:06:21","date_gmt":"2025-11-17T14:06:21","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=41310"},"modified":"2025-11-17T14:06:22","modified_gmt":"2025-11-17T14:06:22","slug":"publik-sambut-hangat-status-pahlawan-kepada-soeharto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/11\/17\/publik-sambut-hangat-status-pahlawan-kepada-soeharto\/","title":{"rendered":"Publik Sambut Hangat Status Pahlawan kepada Soeharto"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Keputusan pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto memunculkan respons positif dari berbagai kalangan. <\/p>\n<p>Sekjen Partai Golkar, M. Sarmuji, menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto karena telah menetapkan Soeharto menerima gelar tersebut. <\/p>\n<p>Ia menilai penghormatan itu sejalan dengan rekam jejak panjang pengabdian Soeharto. <\/p>\n<p>\u201cTerima kasih kepada pemerintah Indonesia, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto, yang telah menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada presiden ke-2 RI Soeharto atau Pak Harto. Ini merupakan bentuk penghormatan negara terhadap jasa dan pengabdian beliau kepada bangsa dan negara Indonesia,\u201d ujar Sarmuji.<\/p>\n<p>Sarmuji menegaskan bahwa gelar tersebut bukan sekadar penghargaan simbolis, tetapi pengakuan atas legacy Soeharto selama puluhan tahun memimpin Indonesia. <\/p>\n<p> \u201cPak Harto berperan penting, baik pada masa pra-kemerdekaan, pasca-kemerdekaan, maupun selama menjadi presiden yang memimpin pembangunan bangsa selama lebih dari tiga dekade\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan bahwa Soeharto merealisasikan konsep \u201cGolongan Fungsional\u201d yang digagas Bung Karno menjadi bentuk konkret \u201cGolongan Karya\u201d. <\/p>\n<p>\u201cPak Harto adalah Dewan Pembina Golkar\u2026 dan beliau sekaligus menerjemahkan pikiran Bung Karno yang melahirkan gagasan awal tentang \u2018Golongan Fungsional\u2019\u2026 yang kemudian diwujudkan oleh Soeharto menjadi \u2018Golongan Karya\u2019,\u201d kata Sarmuji. <\/p>\n<p>Ia menilai pembangunan era Soeharto menjadi fondasi Indonesia modern.<\/p>\n<p>Dukungan publik terhadap gelar tersebut juga tercermin dalam survei Kedai Kopi yang dipaparkan Analis Komunikasi Politik, Hendri Satrio (Hensat). <\/p>\n<p>Ia menyampaikan bahwa mayoritas mendukung penganugerahan gelar pahlawan kepada Presiden RI ke-2 tersebut. <\/p>\n<p>\u201cSebanyak 80,7 persen mendukung Soeharto menjadi pahlawan nasional, sementara yang tidak mendukung 15,7 persen dan yang tidak tahu 3,6 persen.\u201d Ungkapnya.<\/p>\n<p>Menurut Hensat, alasan dukungan mencakup keberhasilan swasembada pangan, pembangunan nasional, penyediaan sekolah dan sembako murah, serta stabilitas politik. <\/p>\n<p>Pandangan akademis turut diberikan Guru Besar Universitas Ciputra Surabaya, Murpin Josua Sembiring. <\/p>\n<p>Ia mengajak publik melihat pengusulan ini sebagai ruang refleksi nasional. Murpin menilai Soeharto berperan besar dalam stabilisasi negara setelah masa krisis, membangun kembali administrasi, meningkatkan kepercayaan internasional, dan meletakkan dasar pembangunan jangka panjang. <\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa berbagai program seperti swasembada beras, pembangunan irigasi, puskesmas, posyandu, hingga elektrifikasi desa merupakan bukti nyata kontribusi Soeharto. <\/p>\n<p>\u201cNarasi ini bukan glorifikasi, melainkan fakta pembangunan yang disepakati banyak sejarawan dan ilmuwan kebijakan,\u201d katanya. <\/p>\n<p>Menurut Murpin, kemajuan ekonomi dan institusional pada masa itu menjadi fondasi penting bagi arah pembangunan Indonesia saat ini. ****<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Keputusan pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto memunculkan respons positif dari berbagai kalangan. Sekjen Partai Golkar, M. Sarmuji, menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto karena telah menetapkan Soeharto menerima gelar tersebut. Ia menilai penghormatan itu sejalan dengan rekam jejak panjang pengabdian Soeharto. \u201cTerima kasih kepada pemerintah Indonesia, khususnya kepada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-41310","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41310","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41310"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41310\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41311,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41310\/revisions\/41311"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41310"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41310"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41310"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}