{"id":41624,"date":"2025-11-27T06:41:26","date_gmt":"2025-11-27T06:41:26","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=41624"},"modified":"2025-11-27T06:41:27","modified_gmt":"2025-11-27T06:41:27","slug":"tolak-provokasi-aksi-1-desember-ampb-serukan-jaga-keamanan-bersama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/11\/27\/tolak-provokasi-aksi-1-desember-ampb-serukan-jaga-keamanan-bersama\/","title":{"rendered":"Tolak Provokasi Aksi 1 Desember, AMPB Serukan Jaga Keamanan Bersama"},"content":{"rendered":"<p>MAKASSAR \u2014 Menjelang tanggal 1 Desember yang kerap dikaitkan dengan peringatan hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM), Aliansi Merah Putih Bergerak (AMPB) bersama organisasi masyarakat Bravo Guard menyerukan ajakan menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Makassar. Seruan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap potensi aksi unjuk rasa yang biasanya dilakukan oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) setiap tahunnya.<br \/>\nKoordinator AMPB, Zainal Azis, menegaskan bahwa ajakan ini bukan semata-mata peringatan, tetapi bentuk komitmen pihaknya dalam menjaga persatuan serta stabilitas keamanan di Sulawesi Selatan.<br \/>\n\u201cPernyataan ini disampaikan sebagai upaya menjaga ketertiban serta memastikan Sulsel tetap kondusif,\u201d ujarnya, Sabtu (22\/11\/2025).<br \/>\nZainal menyebut keberadaan KNPB dan AMP di Makassar dikhawatirkan dapat memengaruhi mahasiswa Papua serta memicu keresahan di tengah masyarakat luas. Menurutnya, kelompok tersebut kerap membawa isu yang dapat memicu ketegangan sosial apabila tidak diantisipasi dengan baik.<br \/>\n\u201cSebagai wujud aksi bela negara dan loyalitas terhadap NKRI, kami menyatakan bahwa KNPB dan AMP merupakan organisasi yang menurut kami memiliki keterkaitan dengan gerakan separatis,\u201d tuturnya.<br \/>\nIa juga menilai bahwa narasi yang dibawa kelompok tersebut berpotensi menyesatkan mahasiswa Papua dengan berlindung di balik ruang ekspresi demokrasi. Karena itu, Zainal meminta agar tidak ada aksi turun ke jalan pada 1 Desember mendatang. Ia menegaskan bahwa momentum tersebut sangat rawan terhadap gesekan sosial yang dapat mengganggu ketertiban umum.<br \/>\n\u201cKami meminta agar peringatan 1 Desember tidak dilakukan dengan aksi-aksi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,\u201d katanya.<br \/>\nLebih jauh, AMPB memastikan siap berkoordinasi dengan berbagai elemen masyarakat apabila imbauan ini tidak diindahkan. Zainal menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas. Ia menegaskan, \u201cBila imbauan ini diabaikan dan aparat tidak mengambil tindakan, AMPB bersama berbagai elemen masyarakat siap turun langsung untuk menjaga keamanan.\u201d<br \/>\nMasyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpancing provokasi menjelang tanggal tersebut, demi menjaga situasi kota tetap aman dan kondusif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR \u2014 Menjelang tanggal 1 Desember yang kerap dikaitkan dengan peringatan hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM), Aliansi Merah Putih Bergerak (AMPB) bersama organisasi masyarakat Bravo Guard menyerukan ajakan menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Makassar. Seruan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap potensi aksi unjuk rasa yang biasanya dilakukan oleh Komite Nasional Papua Barat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-41624","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41624","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41624"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41624\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41640,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41624\/revisions\/41640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41624"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41624"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41624"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}