{"id":41718,"date":"2025-12-01T07:57:58","date_gmt":"2025-12-01T07:57:58","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=41718"},"modified":"2025-12-01T07:57:59","modified_gmt":"2025-12-01T07:57:59","slug":"hilirisasi-nikel-bukti-nyata-wujudkan-pertumbuhan-ekonomi-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/12\/01\/hilirisasi-nikel-bukti-nyata-wujudkan-pertumbuhan-ekonomi-daerah\/","title":{"rendered":"Hilirisasi Nikel Bukti Nyata Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah"},"content":{"rendered":"<p>Banten \u2013 Hilirisasi nikel terus menjadi bukti nyata bagaimana pengolahan sumber daya alam di dalam negeri dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. Komitmen ini kembali ditegaskan oleh pemerintah dan pelaku industri sepakat bahwa hilirisasi nikel kini menjadi pilar utama transformasi ekonomi, khususnya di wilayah-wilayah penghasil nikel.<\/p>\n<p>CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa hilirisasi nikel telah memberikan kontribusi besar terhadap realisasi investasi nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah.<\/p>\n<p>\u201cHilirisasi memberikan kontribusi yang sangat besar dan positif terhadap perekonomian kita. Sekitar 30 persen realisasi investasi nasional berasal dari sektor hilirisasi, terutama nikel,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, kehadiran industri pengolahan nikel di daerah telah menciptakan klaster ekonomi baru, mendorong penyerapan tenaga kerja, hingga meningkatkan daya beli masyarakat setempat.<\/p>\n<p>Rosan menegaskan bahwa hilirisasi nikel tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi perkembangan ekonomi daerah. Ia menilai, kehadiran industri smelter membuka jalan bagi tumbuhnya berbagai sektor pendukung seperti logistik, perumahan, kuliner, hingga jasa transportasi.<\/p>\n<p>\u201cDampaknya terasa langsung di daerah. Ketika industri nikel tumbuh, maka ekosistem ekonomi di sekitarnya ikut bergerak,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Meski Danantara turut mengembangkan hilirisasi di sektor lain, Rosan menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi nikel menjadi contoh paling konkret bagaimana pengolahan sumber daya alam memberikan nilai tambah besar bagi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cHilirisasi mineral, terutama nikel, menjadi sektor yang paling terlihat manfaatnya karena langsung mengubah struktur ekonomi daerah. Inilah model yang ingin terus kami kembangkan bersama pemerintah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia juga menekankan bahwa hilirisasi nikel sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.<\/p>\n<p>\u201cSebagai usaha bersama, Danantara ingin berkontribusi membangun Indonesia sesuai asas dan peraturan yang ada. Tidak mungkin mencapai pertumbuhan optimal jika kita berjalan sendiri,\u201d tambah Rosan.<\/p>\n<p>Dukungan pemerintah turut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang mengatakan bahwa hilirisasi nikel merupakan fondasi percepatan ekonomi nasional sekaligus pendorong utama pertumbuhan di daerah penghasil.<\/p>\n<p>\u201cHilirisasi adalah kunci untuk membawa Indonesia naik kelas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Airlangga menyebut Indonesia kini berada dalam posisi strategis karena menjadi pusat riset dan investasi tiga pemain besar industri nikel global. Hilirisasi nikel tidak hanya memperkuat neraca perdagangan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas SDM lokal.<\/p>\n<p>Ia menekankan perlunya sinergi kampus, industri, dan pemerintah agar talenta di daerah mampu beradaptasi dengan kebutuhan teknologi pengolahan nikel yang terus berkembang.<\/p>\n<p>Dengan keberhasilan hilirisasi nikel yang kini dirasakan langsung oleh daerah, pemerintah optimistis agenda hilirisasi akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, membuka lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi global.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banten \u2013 Hilirisasi nikel terus menjadi bukti nyata bagaimana pengolahan sumber daya alam di dalam&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-41718","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41718","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41718"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41718\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41726,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41718\/revisions\/41726"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41718"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41718"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41718"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=41718"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}