{"id":41943,"date":"2025-12-08T06:56:28","date_gmt":"2025-12-08T06:56:28","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=41943"},"modified":"2025-12-08T06:56:38","modified_gmt":"2025-12-08T06:56:38","slug":"indonesia-siap-umumkan-swasembada-pangan-pada-akhir-tahun-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/12\/08\/indonesia-siap-umumkan-swasembada-pangan-pada-akhir-tahun-2025\/","title":{"rendered":"Indonesia siap umumkan Swasembada Pangan pada Akhir Tahun 2025"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013  Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mengumumkan swasembada pangan, khususnya beras dan jagung, pada 31 Desember 2025 pukul 12.00 WIB. Kepastian tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang menyebut bahwa peningkatan produksi nasional serta stabilitas distribusi menjadi faktor utama menguatnya ketahanan pangan Indonesia.<\/p>\n<p>Amran mengungkapkan, cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini telah mencapai 3,8 juta ton, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Stok tersebut diprediksi tetap stabil hingga akhir tahun di kisaran 3,7 juta ton, seluruhnya tersimpan di gudang Perum Bulog. <\/p>\n<p>\u201cYang menarik, beras yang ada di gudang itu adalah hasil produksi petani Indonesia. Capaian bersejarah ini berasal sepenuhnya dari produksi petani dalam negeri,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono menegaskan bahwa swasembada bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan fondasi ketahanan bangsa. Bahwa kemandirian pangan merupakan strategi negara untuk bertahan menghadapi dinamika global yang kompleks. <\/p>\n<p>\u201cMandat politik Presiden Prabowo menjadikan pertanian, swasembada, dan kedaulatan pangan sebagai prioritas utama pemerintahan saat ini,\u201d kata Sudaryono pada kegiatan \u201cIndonesia Punya Kamu\u201d di Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, Kementerian Pertanian tengah menjalankan dua strategi besar: ekstensifikasi melalui pencetakan tiga juta hektare sawah baru dan intensifikasi melalui peningkatan produktivitas. <\/p>\n<p>\u201cHasilnya mulai terlihat, di mana pada 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras maupun jagung,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga memperkuat optimisme pemerintah. BPS mencatat potensi produksi beras sepanjang Januari\u2013Desember 2025 mencapai 34,79 juta ton, atau naik 13,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama didorong peningkatan signifikan pada periode Januari\u2013April 2025 yang tumbuh 26,54 persen. Produksi gabah kering giling (GKG) bahkan diproyeksikan mencapai 60,37 juta ton, meningkat 13,61 persen secara tahunan.<\/p>\n<p>Potensi panen terbesar diprediksi berasal dari Pulau Jawa, terutama Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, disusul wilayah Sumatera serta berbagai sentra produksi di Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Kalimantan. Pada level daerah, kabupaten dengan kontribusi tinggi antara lain Subang, Indramayu, Karawang, Demak, hingga Aceh Utara dan Sambas.<\/p>\n<p>Dengan rangkaian penguatan dari pusat hingga desa, Indonesia kini memasuki fase penting dalam perjalanan menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. Pemerintah optimistis target akhir 2025 dapat dicapai sebagai tonggak besar kedaulatan pangan nasional.  (*\/rls)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mengumumkan swasembada pangan, khususnya beras dan jagung, pada 31 Desember 2025 pukul 12.00 WIB. Kepastian tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang menyebut bahwa peningkatan produksi nasional serta stabilitas distribusi menjadi faktor utama menguatnya ketahanan pangan Indonesia. Amran mengungkapkan, cadangan beras pemerintah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-41943","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41943","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41943"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41943\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41956,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41943\/revisions\/41956"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41943"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41943"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41943"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}