{"id":42002,"date":"2025-12-10T09:35:07","date_gmt":"2025-12-10T09:35:07","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=42002"},"modified":"2025-12-10T09:35:18","modified_gmt":"2025-12-10T09:35:18","slug":"pemerintah-blokir-akses-judi-daring-untuk-lindungi-penerima-bansos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/12\/10\/pemerintah-blokir-akses-judi-daring-untuk-lindungi-penerima-bansos\/","title":{"rendered":"Pemerintah Blokir Akses Judi Daring untuk Lindungi Penerima Bansos"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Masyarakat kembali diimbau menjauhi berbagai situs judi daring, termasuk jaringan seperti kingdom group, demi mencegah penyalahgunaan bantuan sosial dan menjaga keamanan finansial keluarga.<\/p>\n<p>Dompet digital OVO menegaskan komitmennya memberantas praktik judi daring melalui program Gerakan Bareng Ungkap Judi Online (Gebuk Judol). <\/p>\n<p>Program yang digelar dua ronde sepanjang 2025 itu diklaim berhasil menekan aktivitas transaksi judol secara signifikan.<\/p>\n<p>Chief Operating Officer OVO, Eddie Martono, menyebut bahwa situasi judi online kini sudah masuk kategori darurat dan menyasar kelompok paling rentan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita melihat problem judol itu benar dan sangat problematik. Komentar-komentar yang masuk sangat miris, dan jelas menyasar segmen yang kurang memahami risiko sehingga sampai terlibat,&#8221; ujar Eddie.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, pemberantasan judi online tidak mungkin dilakukan sendirian. Karena itu, OVO mendorong kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan mitra strategis untuk memperkuat pengawasan digital. <\/p>\n<p>Program Gebuk Judol yang berlangsung pada Februari\u2013Maret 2025 (ronde 1) dan Juli\u2013Agustus 2025 (ronde 2) akan dilanjutkan tahun berikutnya.<\/p>\n<p>Dampaknya disebut signifikan. Berdasarkan data internal, 7.000 akun yang disalahgunakan untuk judi online berhasil diblokir pada ronde pertama.<\/p>\n<p>&#8220;Di ronde pertama kita berhasil memblokir lebih dari 7.000,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>OVO juga mencatat penurunan transaksi judi daring  hingga 97%, hasil gabungan dari Gebuk Judol, patroli siber, dan sistem monitoring konsumen yang diperkuat. Tingkat validitas laporan masyarakat pada ronde kedua mencapai 91%.<\/p>\n<p>Ia menambahkan pentingnya kolaborasi untuk memberantas judi daring.<\/p>\n<p>&#8220;Kita tidak bisa sendiri, kita mengajak masyarakat untuk berpartisipasi&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, mengungkapkan nilai transaksi judi online turun dari Rp359 triliun pada 2024 menjadi Rp155 triliun hingga kuartal III 2025.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan kolaborasi kuat di bawah arahan Presiden, terjadi penurunan 57% transaksi terkait judi online,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Nilai deposit pemain juga turun lebih dari 45%, dari Rp51 triliun pada 2024 menjadi Rp24,9 triliun pada 2025.<\/p>\n<p>Menurut Ivan, penurunan ini merupakan bukti kuat bahwa akses masyarakat terhadap situs judi berhasil ditekan hingga 70%.<\/p>\n<p>Sementara itu, Pemkab Bantul melayangkan surat ke Pemprov DIY terkait 1.711 KPM yang terindikasi terlibat judi daring.<\/p>\n<p>Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Bantul, Tri Galih Prasetya mengatakan terus berupaya mencegah penyalahgunaan Bansos untuk judi daring melalui verifikasi data.<\/p>\n<p>&#8220;Data ini hasil penyandingan Kemensos dengan PPATK. Kami masih menunggu &#8216;by name&#8217; agar bisa menindaklanjuti dan menangani aduan KPM&#8221; tuturnya.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Masyarakat kembali diimbau menjauhi berbagai situs judi daring, termasuk jaringan seperti kingdom group,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-42002","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42002","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42002"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42002\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42018,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42002\/revisions\/42018"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42002"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42002"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42002"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=42002"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}