{"id":42055,"date":"2025-12-12T06:17:26","date_gmt":"2025-12-12T06:17:26","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=42055"},"modified":"2025-12-12T06:17:26","modified_gmt":"2025-12-12T06:17:26","slug":"pengamat-hankam-stabilitas-keamanan-dan-logistik-jadi-fokus-utama-jelang-nataru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2025\/12\/12\/pengamat-hankam-stabilitas-keamanan-dan-logistik-jadi-fokus-utama-jelang-nataru\/","title":{"rendered":"Pengamat Hankam: Stabilitas Keamanan dan Logistik Jadi Fokus Utama Jelang Nataru"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, perhatian pemerintah bersama aparat keamanan tertuju pada upaya menjaga stabilitas keamanan nasional serta kelancaran distribusi logistik. Dalam sebuah talkshow dengan narasumber Analis Intelijen, Pertahanan, dan Keamanan Ngasiman Djoyonegoro menegaskan bahwa kesiapan pengamanan tahun ini telah dirancang secara komprehensif dengan melibatkan seluruh elemen negara.<\/p>\n<p>Ngasiman menjelaskan bahwa TNI dan Polri telah menyiapkan pola operasi pengamanan terpadu yang selama ini terbukti efektif dalam menjaga keamanan pada momentum-momentum besar. \u0093TNI Polri telah menyiapkan pola operasi pengamanan terpadu seperti yang dijalankan bertahun-tahun, meliputi tempat beribadah, pusat keramaian, dan jalur transportasi utama. Penggalangan masyarakat juga telah dalam rangka memperkuat deteksi dini, cegah dini, dan lain sebagainya,\u0094 ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menilai, risiko keamanan publik yang paling perlu diwaspadai bukan hanya ancaman besar, tetapi juga gangguan kecil yang dapat memicu kepanikan luas. \u0093Risiko keamanan publik yang paling menonjol saat ini adalah gangguan yang bersifat teror kecil, yang dapat memicu kepanikan dan mengganggu mobilitas masyarakat selama arus mudik Nataru,\u0094 jelas Ngasiman. Selain itu, cuaca ekstrem berpotensi menghambat distribusi pangan dan memutus jalur logistik. Kondisi ini dapat memicu kerawanan berupa kelangkaan bahan pangan serta lonjakan harga, terutama di wilayah rawan banjir atau longsor.<\/p>\n<p>Ngasiman juga menyoroti situasi terkini di Sumatra dan Aceh yang dalam satu minggu terakhir mengalami bencana hidrometeorologi cukup signifikan. \u0093Kondisi di Sumatera dan Aceh harus menjadi perhatian utama untuk mendorong langkah percepatan penanganan, sehingga seluruh pihak dapat memahami secara menyeluruh dampak bencana yang terjadi,\u0094 tegasnya. Menurutnya, percepatan distribusi logistik, pembukaan akses, serta penguatan koordinasi pemerintah pusat, daerah, dan TNI-Polri merupakan kunci meminimalkan dampak lanjutan.<\/p>\n<p>Di akhir sesi, Ngasiman menekankan pentingnya sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan. \u0093Aparat dan masyarakat bergotong royong melakukan langkah deteksi dini serta meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan demikian, perayaan Nataru, arus mudik, dan arus balik dapat berlangsung aman, sekaligus mempererat kerukunan berbangsa dan bernegara,\u0094 tuturnya.<\/p>\n<p>Melalui penguatan sistem pengamanan terpadu dan antisipasi logistik yang lebih matang, pemerintah berharap periode Nataru 2025 berlangsung tertib, lancar, dan aman bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dengan koordinasi yang semakin solid, stabilitas nasional diharapkan tetap terjaga di tengah meningkatnya mobilitas publik menjelang akhir tahun.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, perhatian pemerintah bersama aparat keamanan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-42055","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42055","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42055"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42055\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42061,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42055\/revisions\/42061"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42055"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42055"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42055"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=42055"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}