{"id":42927,"date":"2026-01-11T17:41:19","date_gmt":"2026-01-11T17:41:19","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=42927"},"modified":"2026-01-11T17:41:42","modified_gmt":"2026-01-11T17:41:42","slug":"presiden-prabowo-terus-dorong-swasembada-energi-untuk-serap-investasi-dan-tenaga-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/01\/11\/presiden-prabowo-terus-dorong-swasembada-energi-untuk-serap-investasi-dan-tenaga-kerja\/","title":{"rendered":"Presiden Prabowo Terus Dorong Swasembada Energi untuk Serap Investasi dan Tenaga Kerja"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat agenda besar menuju swasembada energi nasional sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan investasi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah telah menginstruksikan percepatan pembangunan pembangkit listrik oleh PT PLN (Persero) sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025\u20132034 untuk memastikan pasokan energi memadai dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cKami akan mendorong percepatan untuk pembangunan pembangkit-pembangkit baru yang sudah disetujui dalam RUPTL,\u201d ujar Bahlil. <\/p>\n<p>Ia mengakui realisasi investasi sektor ESDM pada 2025 turun dibanding tahun sebelumnya, dari 32,3 miliar dolar AS menjadi 31,7 miliar dolar AS. \u201cIni saya lihat memang butuh effort dan kerja keras agar bisa tercapai,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pemerintah berkomitmen menambah kapasitas pembangkit hingga 69,5 GW, terdiri dari 42,6 GW energi baru terbarukan (EBT), 10,3 GW storage, serta 16,6 GW pembangkit fosil. Di sisi hilir, Kementerian ESDM juga memperluas implementasi mandatori B40 yang mampu menekan impor solar sebanyak 3,3 juta kL, menghasilkan penghematan devisa Rp130,21 triliun, dan menurunkan emisi 38,88 juta ton CO\u2082 ekuivalen. Sepanjang 2025, pemanfaatan biodiesel domestik tercatat mencapai 14,2 juta kL, melampaui target IKU.<\/p>\n<p>Dari sektor kelistrikan, konsumsi listrik per kapita meningkat menjadi 1.584 kWh, melebihi target nasional. Kapasitas terpasang juga naik menjadi 107,51 GW. Program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) turut memperluas akses energi, masing-masing melistriki 77.616 pelanggan di 1.516 lokasi dan memasang sambungan bagi 205.968 rumah tangga. <\/p>\n<p>\u201cArahan Bapak Presiden Prabowo, sampai 2029\u20132030 semua desa harus terlistriki. Negara harus hadir,\u201d tegas Bahlil.<\/p>\n<p>Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menekankan pentingnya kemandirian teknologi dalam memperkuat swasembada energi. Melalui Pertastream\u2014teknologi inspeksi pipa migas ultrasonik pertama buatan Indonesia hasil kolaborasi Pertamina, Elnusa, dan Pindad\u2014industri nasional mampu menghadirkan inovasi berstandar tinggi secara mandiri.<\/p>\n<p>\u201cKemandirian teknologi adalah kunci menuju swasembada energi. Dengan Pertastream, kita memastikan infrastruktur pipa migas tetap andal dan aman secara mandiri,\u201d ujar Simon.<\/p>\n<p>Dengan penguatan investasi, teknologi, serta pemerataan akses energi, pemerintahan Presiden Prabowo menunjukkan langkah nyata mewujudkan kemandirian energi nasional yang membuka peluang ekonomi dan penyerapan tenaga kerja secara luas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat agenda besar menuju swasembada energi nasional sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan investasi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah telah menginstruksikan percepatan pembangunan pembangkit listrik oleh PT PLN (Persero) sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025\u20132034 untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-42927","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42927","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42927"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42927\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42935,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42927\/revisions\/42935"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42927"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42927"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42927"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}