{"id":42947,"date":"2026-01-12T09:25:30","date_gmt":"2026-01-12T09:25:30","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=42947"},"modified":"2026-01-12T09:25:38","modified_gmt":"2026-01-12T09:25:38","slug":"presiden-resmi-luncurkan-sekolah-rakyat-sarana-pendidikan-yang-merangkul-semua-lapisan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/01\/12\/presiden-resmi-luncurkan-sekolah-rakyat-sarana-pendidikan-yang-merangkul-semua-lapisan\/","title":{"rendered":"Presiden Resmi Luncurkan Sekolah Rakyat, Sarana Pendidikan yang Merangkul Semua Lapisan"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Presiden Prabowo Subianto meresmikan Program Sekolah Rakyat yang menghadirkan pendidikan berkualitas untuk merangkul semua lapisan.<\/p>\n<p>Peluncuran program tersebut menandai keberpihakan pada kelompok rentan sekaligus pemutus rantai kemiskinan melalui pembangunan sumber daya manusia sejak usia sekolah.<\/p>\n<p>Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah formal berasrama mulai jenjang SD hingga SMA dengan seluruh kebutuhan peserta didik ditanggung negara.<\/p>\n<p>Anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan akses pendidikan, tempat tinggal, makanan bergizi, layanan kesehatan, seragam, hingga pembinaan karakter secara menyeluruh.<\/p>\n<p>Pendekatan tersebut menempatkan pendidikan sebagai pintu masuk transformasi sosial yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan Sekolah Rakyat lahir dari kepedulian Presiden terhadap kelompok masyarakat yang selama ini tertinggal dari proses pembangunan.<\/p>\n<p>\u201cMereka kemudian diberi akses, akomodasi, dan kesempatan menempuh pendidikan dalam lingkungan yang berkualitas serta orangtuanya mendapat program pemberdayaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cKarena ini bagian dari pengentasan kemiskinan. Anaknya sekolah, keluarganya diberdayakan. Anaknya lulus, keluarganya naik kelas (dan) menjadi berdaya. Ini istimewa dan ini tentu legacy dari Bapak Presiden Prabowo,\u201d kata Gus Ipul.<\/p>\n<p>Hingga akhir 2025, pemerintah mencatat 166 Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di berbagai daerah.<\/p>\n<p>Program tersebut menjangkau hampir 16 ribu siswa dengan dukungan ribuan guru dan tenaga kependidikan.<\/p>\n<p>Evaluasi Kementerian Sosial menunjukkan peningkatan signifikan pada kesehatan dan perkembangan akademik siswa berkat sistem asrama dan pemenuhan gizi terukur.<\/p>\n<p>Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama 13 Kupang, Felipina Agustina Kale, menilai Sekolah Rakyat mencerminkan keadilan sosial nyata.<\/p>\n<p>\u201cMenurut saya inilah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Program ini sangat bagus. Siapapun pemimpinnya, siapapun presidennya, ini program yang harus terus dijalankan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menyampaikan perubahan karakter siswa terlihat jelas melalui sistem pembinaan berasrama yang intensif. Felipina juga menyampaikan apresiasi langsung kepada Presiden.<\/p>\n<p>\u201cUntuk Bapak Presiden, terima kasih banyak. Sudah sangat peka terhadap kebutuhan masyarakat miskin, terutama yang ada di Nusa Tenggara Timur. Kami merasa bahwa program ini sangat luar biasa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Pemerintah turut memperluas program tersebut melalui pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di lebih dari seratus lokasi.<\/p>\n<p>Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pembangunan tersebut merupakan investasi jangka panjang bangsa.<\/p>\n<p>\u201cSekolah Rakyat adalah bentuk nyata komitmen pemerintah membangun SDM unggul. Kami pastikan pembangunannya cepat dan berkualitas,\u201d ujarnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Presiden Prabowo Subianto meresmikan Program Sekolah Rakyat yang menghadirkan pendidikan berkualitas untuk merangkul semua lapisan. Peluncuran program tersebut menandai keberpihakan pada kelompok rentan sekaligus pemutus rantai kemiskinan melalui pembangunan sumber daya manusia sejak usia sekolah. Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah formal berasrama mulai jenjang SD hingga SMA dengan seluruh kebutuhan peserta didik ditanggung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-42947","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42947","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42947"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42947\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42960,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42947\/revisions\/42960"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42947"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42947"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42947"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}