{"id":43181,"date":"2026-01-17T15:37:47","date_gmt":"2026-01-17T15:37:47","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=43181"},"modified":"2026-01-17T15:37:52","modified_gmt":"2026-01-17T15:37:52","slug":"beroperasinya-166-sekolah-rakyat-wujud-kehadiran-negara-di-tengah-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/01\/17\/beroperasinya-166-sekolah-rakyat-wujud-kehadiran-negara-di-tengah-masyarakat\/","title":{"rendered":"Beroperasinya 166 Sekolah Rakyat, Wujud Kehadiran Negara di Tengah Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u201a\u00c4\u00ee Pemerintah meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah sebagai langkah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi paling sulit. Program ini mendapatkan apresiasi dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, yang menilai kehadiran Sekolah Rakyat selaras dengan agenda besar pembangunan manusia di bawah payung Asta Cita pemerintah.<\/p>\n<p>Rini mengatakan, Sekolah Rakyat tidak sekadar menghadirkan layanan pendidikan gratis, tetapi juga membangun ekosistem pendukung yang menyentuh seluruh kebutuhan dasar pelajar. Mulai dari pemenuhan gizi, layanan kesehatan, hingga penguatan karakter. Menurut dia, pendekatan ini sejalan dengan berbagai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta Perumahan Rakyat.<\/p>\n<p>\u201a\u00c4\u00faIni merupakan program Bapak Presiden untuk mendekatkan negara kepada masyarakat. Semakin kecil jarak antara instansi pemerintah dan rakyat, masyarakat akan semakin merasakan peningkatan kesejahteraan,\u201a\u00c4\u00f9 ujar Rini.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, meskipun Sekolah Rakyat berada di bawah kewenangan Kementerian Sosial, pelaksanaan program melibatkan kerja lintas kementerian dan lembaga. Kementerian PANRB, kata Rini, berperan memastikan tata kelola, kebutuhan SDM, serta penerapan prinsip sistem merit berjalan secara konsisten guna menjamin keberlanjutan program.<\/p>\n<p>\u201a\u00c4\u00faInilah semangat reformasi birokrasi yang kita dorong, yaitu birokrasi yang bekerja bersama, melampaui sekat organisasi, dan tidak terjebak pada ego sektoral,\u201a\u00c4\u00f9 katanya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menilai peresmian Sekolah Rakyat sebagai momentum penting yang menegaskan kehadiran negara dalam memberikan pemerataan layanan pendidikan. Ia menyebutkan, sekitar 15.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA telah mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.<\/p>\n<p>\u201a\u00c4\u00faHari ini bukan hanya peresmian Sekolah Rakyat, tetapi momentum bagi kita semua bahwa negara hadir, pemerintah hadir,\u201a\u00c4\u00f9 ujar Prasetyo.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa program ini ditujukan bagi keluarga yang berada dalam kondisi ekonomi paling sulit. Pemerintah tetap melanjutkan implementasi Sekolah Rakyat meski pada awalnya sempat menuai keraguan dari sejumlah pihak. Prasetyo memastikan bahwa program tersebut berjalan bersamaan dengan upaya memperkuat sekolah reguler.<\/p>\n<p>\u201a\u00c4\u00faTahun ini kita targetkan renovasi minimal 60.000 sekolah. Guru-guru juga terus kita perbaiki kualitasnya, fasilitas pembelajaran pun kita tingkatkan,\u201a\u00c4\u00f9 kata Prasetyo.<\/p>\n<p>Selain itu, pemerintah telah mendistribusikan 288.000 panel interaktif ke sekolah-sekolah pada 2025 sebagai bagian dari modernisasi sarana pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu pilar penting dalam strategi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.<\/p>\n<p>\u201a\u00c4\u00faEkonomi kita benahi, pangan kita amankan, dan pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa,\u201a\u00c4\u00f9 ujarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u201a\u00c4\u00ee Pemerintah meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah sebagai langkah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi paling sulit. Program ini mendapatkan apresiasi dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, yang menilai kehadiran Sekolah Rakyat selaras dengan agenda besar pembangunan manusia di bawah payung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-43181","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43181","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43181"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43181\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43186,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43181\/revisions\/43186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}