{"id":43387,"date":"2026-01-22T07:20:08","date_gmt":"2026-01-22T07:20:08","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=43387"},"modified":"2026-01-22T07:20:09","modified_gmt":"2026-01-22T07:20:09","slug":"wef-2026-indonesia-tancap-gas-perkuat-diplomasi-ekonomi-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/01\/22\/wef-2026-indonesia-tancap-gas-perkuat-diplomasi-ekonomi-global\/","title":{"rendered":"WEF 2026: Indonesia Tancap Gas Perkuat Diplomasi Ekonomi Global"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Indonesia menuntaskan partisipasi di WEF 2026 dengan menegaskan komitmen memperkuat diplomasi ekonomi global dan daya saing nasional.<\/p>\n<p>Kehadiran tersebut menunjukkan konsistensi pemerintah menjadikan diplomasi ekonomi sebagai instrumen strategis menarik investasi berkualitas, tercermin dari keterlibatan Kementerian Investasi dan Hilirisasi\/BKPM, Danantara Indonesia, serta Kadin Indonesia dalam promosi investasi nasional yang terstruktur.<\/p>\n<p>\u201cWEF ini tentunya menjadi momentum yang sangat baik untuk Indonesia, untuk menyampaikan narasi nasional serta rencana-rencana ke depan Indonesia kepada masyarakat global, termasuk kebijakan dan regulasi baru yang sudah dikeluarkan, sebagai pesan bahwa Indonesia terus bergerak maju,\u201d ucap Menteri Investasi dan Hilirisasi\/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani.<\/p>\n<p>Indonesia memanfaatkan WEF 2026 bertema A Spirit of Dialogue untuk menegaskan peran sebagai mitra dialog yang konstruktif melalui pendekatan Indonesia Incorporated.<\/p>\n<p>Sinergi pemerintah, pengelola aset negara, dan dunia usaha diperkuat lewat Indonesia Pavilion Indonesia Endless Horizons serta agenda Indonesia Night, yang dinilai membuka peluang besar perluasan kerja sama ekonomi global.<\/p>\n<p>\u201cSecara biopolitik, ini (WEF Davos 2026) sangat fragmented, sangat dinamis, tidak seperti biasa-biasanya. Saya rasa kalau misalnya dua hal yang sangat dipikirkan dalam Davos nanti, ialah bagaimana memang promosikan investasi dan perdagangan,\u201d tutur Anindya.<\/p>\n<p>\u201cJadi di situ akan terlihat bagaimana Indonesia bisa memainkan perannya, dan memposisikan di antara kekuatan-kekuatan ekonomi itu. Nah ini kita ingin memainkan perannya, tapi ujungnya untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia dengan membuat investasi dan pendahkan,\u201d tegas Anindya.<\/p>\n<p>Presiden Prabowo Subianto hadir langsung bersama Badan Pengelola Investasi Danantara, menandai kembalinya Indonesia ke panggung ekonomi global setelah hampir satu dekade.<\/p>\n<p>Ekonom Senior INDEF Dradjad Wibowo menilai momentum tersebut krusial untuk memulihkan kepercayaan investor.<\/p>\n<p>\u201cTampilnya kembali Indonesia di forum ini memberikan angin segar bagi kemajuan ekonomi nasional. WEF adalah forum yang tepat, karena di sana hadir tokoh-tokoh dan orang-orang kuat dalam jaringan keuangan, investasi, bisnis, dan inovasi dunia,\u201d ujar Dradjad.<\/p>\n<p>Ia menekankan peran Danantara dalam menjelaskan tata kelola modal negara.<\/p>\n<p>\u201cKita ingin membangun dan memperkuat kepercayaan para investor global untuk masuk ke Indonesia. Danantara harus mampu menjelaskan bagaimana modal negara dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang,\u201d kata Dradjad.<\/p>\n<p>Menurutnya, tindak lanjut pasca-WEF menjadi kunci agar minat investor global berujung pada investasi nyata yang berdampak bagi perekonomian nasional. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Indonesia menuntaskan partisipasi di WEF 2026 dengan menegaskan komitmen memperkuat diplomasi ekonomi global&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-43387","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43387","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43387"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43387\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43388,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43387\/revisions\/43388"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43387"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43387"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43387"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=43387"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}