{"id":43458,"date":"2026-01-24T22:36:25","date_gmt":"2026-01-24T22:36:25","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=43458"},"modified":"2026-01-24T22:36:26","modified_gmt":"2026-01-24T22:36:26","slug":"presiden-prabowo-di-wef-mbg-ciptakan-lapangan-kerja-dan-ckg-menghemat-biaya-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/01\/24\/presiden-prabowo-di-wef-mbg-ciptakan-lapangan-kerja-dan-ckg-menghemat-biaya-kesehatan\/","title":{"rendered":"Presiden Prabowo di WEF: MBG Ciptakan Lapangan Kerja Dan CKG Menghemat Biaya Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Presiden Prabowo Subianto memaparkan capaian strategis program unggulan pemerintah Indonesia dalam pidatonya pada Pertemuan Tahunan World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.<\/p>\n<p>Di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku ekonomi global, Prabowo menegaskan bahwa kebijakan sosial Indonesia dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga sebagai pengungkit ekonomi nasional.<\/p>\n<p>Dalam pidatonya, Presiden menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya berhasil memberikan dampak nyata bagi pembangunan sumber daya manusia sekaligus penciptaan lapangan kerja.<\/p>\n<p>Prabowo menyebut, program MBG berhasil menciptakan ratusan ribu pekerjaan di berbagai daerah.<\/p>\n<p>\u201cKami menciptakan lebih dari 600.000 pekerjaan hanya di dapur-dapur,\u201d ujar Prabowo.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, dampak ekonomi dari MBG akan terus meningkat seiring perluasan skala program.<\/p>\n<p>\u201cPada puncaknya, kami optimistis akan mencapai 1,5 juta pekerjaan langsung dengan para vendor, dan dengan para pemasok. Akan ada lebih dari 1 juta mata pencaharian lagi yang dirangkul dan ditingkatkan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Prabowo mengungkapkan, hingga saat ini sekitar 61 ribu UMKM, koperasi, dan korporasi nasional telah terlibat dalam rantai pasok MBG. Keterlibatan tersebut memperkuat ekonomi domestik serta memperluas manfaat program hingga ke tingkat lokal.<\/p>\n<p>Presiden juga menjelaskan perkembangan implementasi MBG sejak diluncurkan pada awal 2025.<\/p>\n<p>\u201cPada tanggal 6 Januari 2025, kami memulai program makanan bergizi gratis untuk ibu hamil dan menyusui, bayi, dan seluruh anak-anak Indonesia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Pada hari pertama, program ini dijalankan oleh 190 dapur dengan cakupan sekitar 570 ribu penerima manfaat per hari. Dalam kurun satu tahun, kapasitas MBG meningkat signifikan.<\/p>\n<p>\u201cHari ini, dalam satu tahun, kami telah mencapai 21.102 dapur yang melayani di seluruh negeri,\u201d ucap Prabowo.<\/p>\n<p>Selain itu, produksi MBG telah mencapai 59,8 juta porsi makanan per hari bagi anak-anak, ibu hamil dan menyusui, serta lansia yang tinggal sendirian.<\/p>\n<p>\u201cKami telah memproduksi 59,8 juta porsi makanan untuk 59,8 juta anak-anak, ibu, dan lansia yang tinggal sendirian. Mereka menerima makanan ini setiap hari,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Tidak hanya MBG, Prabowo juga menegaskan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai investasi jangka panjang negara.<\/p>\n<p>\u201cKami menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis untuk semua warga negara Indonesia. Ini bukan program populis. Ini adalah program rasional untuk menghemat uang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Prabowo, saat ini sekitar 70 juta warga Indonesia telah menerima manfaat CKG. Ia menekankan bahwa deteksi dini penyakit akan meningkatkan produktivitas nasional dan menghemat biaya kesehatan di masa depan.<\/p>\n<p>\u201cIni sebenarnya adalah program peningkatan produktivitas. Para ahli saya mengatakan bahwa dalam jangka panjang, kita akan menghemat miliaran dolar AS,\u201d pungkasnya. #<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Presiden Prabowo Subianto memaparkan capaian strategis program unggulan pemerintah Indonesia dalam pidatonya pada&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-43458","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43458","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43458"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43458\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43459,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43458\/revisions\/43459"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43458"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43458"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43458"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=43458"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}