{"id":43516,"date":"2026-01-25T22:42:08","date_gmt":"2026-01-25T22:42:08","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=43516"},"modified":"2026-01-25T22:42:08","modified_gmt":"2026-01-25T22:42:08","slug":"swasembada-beras-tercapai-setahun-prabowo-tegaskan-keberhasilan-reformasi-pertanian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/01\/25\/swasembada-beras-tercapai-setahun-prabowo-tegaskan-keberhasilan-reformasi-pertanian\/","title":{"rendered":"Swasembada Beras Tercapai Setahun, Prabowo Tegaskan Keberhasilan Reformasi Pertanian"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu bukti paling nyata keberhasilan kinerja pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.<\/p>\n<p>Capaian tersebut dinilai tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membangun kepercayaan diri bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri.<\/p>\n<p>Presiden menilai prestasi tim pertanian dan ekonomi patut diapresiasi karena menjadi fondasi penting bagi kedaulatan nasional.<\/p>\n<p>\u201cSaya kira harus diakui prestasi dan pekerjaan daripada tim ekonomi kita, tim pertanian kita membanggakan. Kita harus jadi bangsa yang percaya diri dan bangga dengan prestasi kita,\u201d ujar Presiden.<\/p>\n<p>Menurut Prabowo, keberhasilan sektor pertanian memiliki makna strategis karena tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan, tetapi juga pembentukan mental bangsa yang kuat dan mandiri.<\/p>\n<p>\u201cKita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, merasa selalu tidak mampu bersaing. Di setiap bidang kehidupan kita harus menjadi bangsa yang kuat dan mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Presiden juga mengungkapkan bahwa target swasembada beras yang semula dirancang untuk dicapai dalam empat tahun, justru terealisasi hanya dalam satu tahun.<\/p>\n<p>\u201cSaya beri target kepada tim saya untuk swasembada beras dalam waktu empat tahun. Ternyata kita berhasil dalam satu tahun,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menilai keberhasilan tersebut lahir dari sinergi kabinet serta keberanian memangkas regulasi yang menghambat. Salah satu terobosan utama adalah reformasi tata kelola pupuk bersubsidi yang selama ini menjadi keluhan petani.<\/p>\n<p>\u201cDulu ada 145 peraturan dan 13 tanda tangan. Bayangkan,\u201d ujar Prabowo.<\/p>\n<p>Pemerintah kemudian memangkas seluruh aturan tersebut. \u201cSekarang tidak perlu 13 tanda tangan, cukup satu instruksi. Pupuk langsung ke petani, cukup kartu penduduk dan persetujuan kepala desa,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi peran kepala daerah dalam mendukung swasembada pangan.<\/p>\n<p>\u201cKami targetkan swasembada empat tahun, tapi karena dukungan bupati dan wali kota se-Indonesia, swasembada dicapai dalam satu tahun,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Amran menegaskan Indonesia tidak akan melakukan impor beras. \u201cTidak boleh impor beras, kita sudah swasembada. Stok kita melimpah,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Dukungan terhadap kebijakan pangan pemerintah juga datang dari 98 Resolution Network. Salah satu pemrakarsanya, Eli Salomo Sinaga, mengapresiasi Pemerintahan Prabowo-Gibran.<\/p>\n<p>\u201cKita telah berhasil mencapai swasembada beras dalam waktu tidak kurang dari satu tahun. Kami optimis swasembada pangan nasional akan tercapai.\u201d Ucapnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu bukti paling nyata keberhasilan kinerja pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Capaian tersebut dinilai tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membangun kepercayaan diri bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri. Presiden menilai prestasi tim pertanian dan ekonomi patut diapresiasi karena menjadi fondasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-43516","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43516","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43516"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43516\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43517,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43516\/revisions\/43517"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43516"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43516"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43516"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}