{"id":43582,"date":"2026-01-27T01:30:50","date_gmt":"2026-01-27T01:30:50","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=43582"},"modified":"2026-01-27T01:30:50","modified_gmt":"2026-01-27T01:30:50","slug":"ptpn-iii-melalui-sgn-perkuat-peran-strategis-menuju-swasembada-gula-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/01\/27\/ptpn-iii-melalui-sgn-perkuat-peran-strategis-menuju-swasembada-gula-nasional\/","title":{"rendered":"PTPN III melalui SGN Perkuat Peran Strategis Menuju Swasembada Gula Nasional"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) semakin mengukuhkan perannya sebagai garda terdepan dalam mendukung agenda strategis pemerintah menuju swasembada gula nasional yang berkelanjutan. Komitmen tersebut tercermin dari kehadiran SGN pada momentum pengumuman swasembada pangan nasional yang disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam kegiatan Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada awal Januari 2026.<\/p>\n<p>Kehadiran PT Sinergi Gula Nusantara pada momentum pengumuman swasembada pangan nasional mencerminkan komitmen kuat Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya penguatan ketahanan pangan dan percepatan swasembada gula nasional yang berkelanjutan. Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa BUMN perkebunan memiliki peran sentral dalam menjaga kedaulatan pangan bangsa.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan tahun 2025. \u0093Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini saya mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,\u0094 ujar Presiden. Ia menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan fondasi utama bagi kemerdekaan dan kedaulatan negara. \u0093Tidak ada bangsa yang merdeka kalau pangan untuk rakyatnya tidak tersedia dan masih bergantung pada bangsa lain,\u0094 tegasnya.<\/p>\n<p>Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turut menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Presiden dalam memperkuat sektor pertanian nasional. Menurutnya, capaian swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor. \u0093Keberhasilan ini adalah buah dari sinergi pemerintah, petani, dan BUMN pangan. Tahun ini Indonesia tidak melakukan impor gula putih, sebagai langkah nyata menuju kemandirian gula nasional,\u0094 ungkapnya. Ia juga menyebutkan bahwa sekitar 50 persen produksi tebu nasional saat ini berasal dari Jawa Timur.<\/p>\n<p>Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, SGN menegaskan fokus pada peningkatan produktivitas tebu, efisiensi industri gula, serta penguatan kolaborasi dengan petani dan para pemangku kepentingan. Langkah ini diposisikan sebagai kontribusi nyata BUMN perkebunan dalam menopang kemandirian pangan nasional dan memastikan keberlanjutan swasembada gula.<\/p>\n<p>Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, menegaskan bahwa SGN siap menjadi lokomotif transformasi industri gula nasional. \u0093SGN terus memperkuat peran strategisnya melalui peningkatan produktivitas tebu, efisiensi proses industri, serta kemitraan yang berkeadilan dengan petani,\u0094 ujarnya. Ia menambahkan, \u0093Komitmen ini merupakan kontribusi nyata PTPN III dalam mendukung visi besar pemerintah mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada gula nasional yang berkelanjutan.\u0094<\/p>\n<p>Dengan sinergi yang solid antara pemerintah, BUMN, dan petani, PTPN III melalui SGN optimistis swasembada gula nasional tidak hanya dapat dicapai, tetapi juga dijaga secara berkelanjutan sebagai kekuatan strategis bangsa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) semakin&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-43582","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43582","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43582"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43582\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43583,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43582\/revisions\/43583"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43582"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43582"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43582"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=43582"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}