{"id":43948,"date":"2026-02-05T01:26:28","date_gmt":"2026-02-05T01:26:28","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=43948"},"modified":"2026-02-05T01:26:28","modified_gmt":"2026-02-05T01:26:28","slug":"pemerintah-bangun-fondasi-energi-berkelanjutan-untuk-generasi-mendatang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/02\/05\/pemerintah-bangun-fondasi-energi-berkelanjutan-untuk-generasi-mendatang\/","title":{"rendered":"Pemerintah Bangun Fondasi Energi Berkelanjutan untuk Generasi Mendatang"},"content":{"rendered":"<p>Pemerintah terus memperkuat fondasi energi berkelanjutan sebagai bagian dari strategi jangka panjang menjaga kemandirian energi sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional.<\/p>\n<p>Kebijakan ini sejalan dengan visi Asta Cita serta komitmen Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca melalui target Nationally Determined Contribution (NDC).<\/p>\n<p>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan transisi hijau dijalankan secara terukur melalui pengembangan energi bersih, penguatan ekonomi hijau, dan penciptaan lapangan kerja hijau.<\/p>\n<p>Menurut Airlangga, arah kebijakan tersebut ditopang oleh fundamental ekonomi yang solid.<\/p>\n<p>\u0093Transformasi menuju ekonomi hijau membutuhkan landasan ekonomi makro yang kuat agar berkelanjutan,\u0094 ujar Airlangga.<\/p>\n<p>Ia menyampaikan perekonomian nasional tetap resilien dengan pertumbuhan ekonomi yang terjaga, inflasi yang terkendali, serta kinerja perdagangan dan investasi yang positif.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut memberi ruang fiskal untuk mendukung investasi strategis, termasuk pengembangan energi bersih. Airlangga juga menekankan besarnya potensi Energi Baru dan Terbarukan Indonesia yang mencapai 3.686 GW, dengan Kalimantan menyumbang sekitar 517 GW.<\/p>\n<p>\u0093Pemerintah mendorong pembangunan green super grid, pengembangan biofuel B40\u0096B50, dan bahan bakar ramah lingkungan sebagai bagian dari kedaulatan energi,\u0094 katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyoroti peran sektor hulu migas dalam menjaga pasokan energi nasional.<\/p>\n<p>Zulkifli mengapresiasi capaian produksi PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka) yang melampaui target sepanjang 2025.<\/p>\n<p>\u0093Presiden menekankan agar tidak ada kebocoran sumber daya alam. Capaian PGN Saka dalam mendukung swasembada energi harus terus ditingkatkan,\u0094 ujar Zulkifli.<\/p>\n<p>Zulkifli menilai kinerja tersebut menunjukkan pengelolaan sumber daya alam yang optimal dan bertanggung jawab tetap relevan dalam masa transisi energi, terutama untuk menjamin ketersediaan energi domestik secara andal.<\/p>\n<p>Dari sisi pelaku usaha, Direktur Utama PGN Saka, Intan Fauzi, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor energi.<\/p>\n<p>\u0093PGN Saka berkomitmen memperkuat kemandirian energi nasional melalui peningkatan produksi hulu migas, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan sosial,\u0094 katanya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, PGN Saka akan terus mengoptimalkan aset eksisting serta menjalankan eksplorasi dan pengembangan secara bertanggung jawab dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), guna memastikan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. **<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemerintah terus memperkuat fondasi energi berkelanjutan sebagai bagian dari strategi jangka panjang menjaga kemandirian energi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-43948","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43948","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43948"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43948\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43949,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43948\/revisions\/43949"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43948"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43948"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43948"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=43948"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}