{"id":44116,"date":"2026-02-10T01:01:57","date_gmt":"2026-02-10T01:01:57","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=44116"},"modified":"2026-02-10T01:01:58","modified_gmt":"2026-02-10T01:01:58","slug":"pemerintah-perluas-layanan-kesehatan-melalui-ckg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/02\/10\/pemerintah-perluas-layanan-kesehatan-melalui-ckg\/","title":{"rendered":"Pemerintah Perluas Layanan Kesehatan melalui CKG"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u0096 Pemerintah terus mengukuhkan komitmennya untuk memperluas layanan kesehatan melalui berbagai program strategis, salah satunya dengan memperkenalkan Cek Kesehatan Gratis (CKG).<\/p>\n<p>Program ini bertujuan untuk memberikan akses pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh bagi masyarakat, dengan fokus pada deteksi dini berbagai penyakit, termasuk kanker leher rahim, gangguan penglihatan, dan masalah kesehatan lainnya.<\/p>\n<p>Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diselenggarakan di Sentul, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa program-program prioritas pemerintah seperti CKG akan memberikan dampak langsung pada kesehatan dan kesejahteraan rakyat.<\/p>\n<p>Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah memperluas akses layanan dasar bagi masyarakat. Pemeriksaan kesehatan gratis menjadi salah satu program unggulan yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat.<\/p>\n<p>\u201cTujuh puluh juta rakyat kita sudah dicek kesehatan gratis. Pertama kali dalam sejarah,\u201d ujar Presiden.<\/p>\n<p>Salah satu inovasi utama dalam CKG adalah integrasi pemeriksaan kanker leher rahim (serviks) menggunakan metode skrining DNA HPV.<\/p>\n<p>Ini akan mempercepat deteksi dini dan mengurangi keterlambatan penanganan kanker serviks, salah satu kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia.<\/p>\n<p>Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menambahkan bahwa mulai tahun 2026, hasil skrining positif akan ditindaklanjuti dengan langkah medis yang jelas dan terstruktur, termasuk pengobatan lanjutan.<\/p>\n<p>\u0093Integrasi skrining ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis merupakan respon nyata pemerintah untuk mencegah keterlambatan penanganan dan progresivitas lesi pra-kanker,\u0094 ucap Wamenkes.<\/p>\n<p>Selain itu, program CKG juga mencakup pemeriksaan gangguan penglihatan, dengan target skrining 140 juta masyarakat Indonesia pada tahun 2026.<\/p>\n<p>Menurut Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, program ini akan menjangkau semua lapisan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil.<\/p>\n<p>\u201cPada tahun 2026, melalui Program Cek Kesehatan Gratis, kami menargetkan skrining terhadap sekitar 140 juta masyarakat Indonesia, mulai dari bayi hingga lansia,\u201d jelas Direktur PTM Kemenkes Nadia.<\/p>\n<p>Inisiatif ini mendapat dukungan dari World Health Organization (WHO) melalui program SPECS 2030, yang bertujuan untuk menghilangkan gangguan penglihatan yang dapat dicegah dan dikoreksi.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, CKG juga mengintegrasikan layanan kesehatan ke dalam paket medical check-up (MCU) di fasilitas kesehatan yang akan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah.<\/p>\n<p>Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat, termasuk yang belum terjangkau oleh fasilitas kesehatan formal, dapat memperoleh manfaat dari program ini.<\/p>\n<p>Melalui program CKG yang terintegrasi, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat sistem kesehatan nasional, memperluas akses bagi masyarakat, dan mendorong deteksi dini penyakit agar dapat memberikan penanganan yang lebih cepat dan tepat.*<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u0096 Pemerintah terus mengukuhkan komitmennya untuk memperluas layanan kesehatan melalui berbagai program strategis, salah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-44116","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44116","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44116"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44116\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44117,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44116\/revisions\/44117"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44116"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44116"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44116"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=44116"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}