{"id":44409,"date":"2026-02-16T23:11:13","date_gmt":"2026-02-16T23:11:13","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=44409"},"modified":"2026-02-16T23:11:14","modified_gmt":"2026-02-16T23:11:14","slug":"efisiensi-biaya-dan-kampung-haji-jadi-fokus-pembenahan-layanan-haji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2026\/02\/16\/efisiensi-biaya-dan-kampung-haji-jadi-fokus-pembenahan-layanan-haji\/","title":{"rendered":"Efisiensi Biaya dan Kampung Haji Jadi Fokus Pembenahan Layanan Haji"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah Indonesia terus memperkuat upaya pembenahan penyelenggaraan ibadah haji dengan menitikberatkan pada peningkatan kualitas layanan dan efisiensi biaya. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi perhatian utama adalah pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi, yang diproyeksikan menjadi pusat hunian dan layanan terpadu bagi jemaah Indonesia.<\/p>\n<p>Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa rencana pembangunan Kampung Haji telah memperoleh kesepakatan penting antara Prabowo Subianto dan Raja Salman. Menurutnya, saat ini proses pengadaan lokasi untuk pembangunan kawasan tersebut sedang berjalan. \u201cAlhamdulillah, kita mendapatkan keistimewaan sebagai orang pertama yang melakukan transaksi pengadaan perkampungan di Saudi Arabia sendiri,\u201d ujar Nasaruddin Umar.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa pembangunan Kampung Haji tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi sudah mulai direalisasikan. Pemerintah, kata dia, telah melakukan pembelian hotel yang nantinya akan menjadi bagian dari fasilitas hunian jemaah. \u201cYa, sedang berlangsung, karena kita ada hotel yang sudah jadi, juga kita beli. Ya, jadi sudah mulai,\u201d jelasnya. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan jemaah Indonesia mendapatkan fasilitas yang layak dan terjamin.<\/p>\n<p>Kampung Haji nantinya diperuntukkan khusus untuk memfasilitasi warga Indonesia yang melaksanakan ibadah haji dan umrah. Presiden Prabowo menegaskan bahwa kehadiran Kampung Haji merupakan wujud nyata negara dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah. \u201cNanti dijamin semua jemaah akan mendapat hunian yang layak, tempat yang baik. Tidak usah ragu-ragu lagi, tidak boleh ada macam-macam lagi,\u201d tegas Presiden Prabowo.<\/p>\n<p>Kepala Negara juga menargetkan pembangunan Kampung Haji dapat rampung secara bertahap dalam tiga tahun ke depan. Dalam waktu dekat, pemerintah memperkirakan sudah tersedia sekitar seribu kamar yang siap digunakan. \u201cBaru nanti berapa bulan lagi saya kira kita sudah akan punya kurang lebih seribu, seribu kamar. Tapi terus akan kita bangun,\u201d ujar Presiden Prabowo.<\/p>\n<p>Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga berkomitmen menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji. \u201cPelayanannya akan terbaik, dan saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia,\u201d kata Presiden Prabowo menegaskan komitmennya.<\/p>\n<p>Menteri Haji dan Umrah M Irfan Yusuf menjelaskan bahwa upaya efisiensi biaya haji telah menunjukkan hasil dalam tiga tahun terakhir. \u201cJika pada 2024 biaya haji mencapai sekitar Rp94 juta, pada 2025 turun menjadi Rp89 juta, dan pada 2026 kembali turun menjadi sekitar Rp87 juta,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa kebijakan efisiensi tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden. \u201cDan kami dari Kementerian Haji tentu harus bekerja keras menghitung, menghitung, dan menghitung terus mana yang bisa kita sederhanakan tanpa mengurangi pelayanan bagi jamaah haji,\u201d pungkasnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Pemerintah Indonesia terus memperkuat upaya pembenahan penyelenggaraan ibadah haji dengan menitikberatkan pada peningkatan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-44409","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44409","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44409"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44409\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44410,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44409\/revisions\/44410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44409"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44409"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44409"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=44409"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}