{"id":445,"date":"2021-12-17T00:39:44","date_gmt":"2021-12-17T00:39:44","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=445"},"modified":"2021-12-17T13:29:13","modified_gmt":"2021-12-17T13:29:13","slug":"jangan-sampai-enggak-paham-ini-perbedaan-rambu-penunjuk-jalan-warna-hijau-dan-biru-di-jalan-tol","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2021\/12\/17\/jangan-sampai-enggak-paham-ini-perbedaan-rambu-penunjuk-jalan-warna-hijau-dan-biru-di-jalan-tol\/","title":{"rendered":"Jangan Sampai Enggak Paham, Ini Perbedaan Rambu Penunjuk Jalan Warna Hijau dan Biru di Jalan Tol"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta, jurnalredaksi\u2013 Jangan sampai enggak paham, ini perbedaan rambu penunjuk jalan warna hijau dan biru di jalan tol.<\/p>\n\n\n\n<p>Bepergian melintasi jalan tol, pasti bakal melihat banyak rambu-rambu lalu lintas.<\/p>\n\n\n\n<p>Rambu-rambu tersebut tentunya memiliki banyak fungsi, ada yang menunjukkan arah, kecepatan minimal atau maksimal, peringatan, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sekian banyaknya rambu tersebut, ada nih yang bikin penasaran, yaitu rambu penunjuk jalan yang memiliki latar warna hijau dan biru.<\/p>\n\n\n\n<p>Buat yang belum tahu, perbedaan warna dasar rambu penunjuk di jalan tol ini tentunya tidak dibuat tanpa tujuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Melainkan sengaja dipasang untuk menciptakan lalu lintas yang harmonis, agar mudah dibaca oleh pengguna jalan dan juga memiliki penjelasan yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No 13 Tahun 2014 tentang tentang Rambu Lalu Lintas.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk rambu dengan latar warna hijau, papan informasi ini memiliki makna penunjuk dari lokasi.<\/p>\n\n\n\n<p>(CA\/AA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, jurnalredaksi\u2013 Jangan sampai enggak paham, ini perbedaan rambu penunjuk jalan warna hijau dan biru&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":446,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-445","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi-dan-investasi"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/445","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=445"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/445\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":490,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/445\/revisions\/490"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/446"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=445"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=445"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=445"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=445"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}